Wall Street 'Wait and See' Sikapi Pernyataan Powell, S&P 500 & Dow Menguat
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS sebagian besar masih menguat pada Selasa waktu AS atau Rabu (12/02/2025).Indeks S&P 500 dan Dow Jones mencatat kenaikan, tapi Nasdaq melemah. Investor mencerna pernyataan hati-hati dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai suku bunga. Kekhawatiran tetap ada terkait arah perekonomian di tengah tarif AS dan kemungkinan eskalasi perang dagang global.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Ditopang Saham Teknologi, Indeks Nasdaq Melesat Hampir 1%
S&P 500 naik 0,03% dan ditutup pada 6.068,50, sementara Nasdaq Composite turun 0,36% menjadi 19.643,86. Dow Jones Industrial Average naik 123,24 poin, atau 0,28%, menjadi 44.593,65.
Saham Apple naik 2,2% setelah The Information melaporkan bahwa perusahaan tersebut bermitra dengan Alibaba untuk mengembangkan fitur kecerdasan buatan bagi pengguna iPhone di China, membatasi kerugian di pasar.
Sebelumnya, Powell berbicara di hadapan Komite Perbankan Senat dan mengindikasikan bahwa The Fed tidak perlu terburu-buru untuk melonggarkan kebijakan moneter.
"Dengan sikap kebijakan kami yang kini jauh lebih tidak restriktif dibandingkan sebelumnya dan ekonomi yang tetap kuat, kami tidak perlu terburu-buru menyesuaikan kebijakan kami," kata Powell dalam salah satu dari dua penampilannya minggu ini di Capitol Hill. Ia menyebut ekonomi "kuat secara keseluruhan" dengan pasar tenaga kerja yang "solid" dan inflasi yang mulai mereda tetapi masih di atas target 2% The Fed.
Kesaksian Powell, yang akan diikuti dengan kehadirannya di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada hari Rabu, muncul pada saat yang bergejolak di Washington, dengan Presiden Donald Trump mendukung tarif terhadap mitra dagang AS serta adanya pesan yang beragam dari pemerintahan mengenai pendekatannya terhadap The Fed.
Trump pada hari Senin menandatangani tarif baru terhadap semua impor baja dan aluminium ke AS. Uni Eropa merespons dengan mengatakan akan membalas dengan tarifnya sendiri jika AS mengenakan tarif terhadap produk dari blok negara tersebut.
Baca Juga
Eskalasi Baru Perdagangan AS, Trump Bakal Kenakan Tarif 25% untuk Baja dan Aluminium
Investor kini menantikan data inflasi terbaru dalam bentuk laporan indeks harga konsumen yang akan dirilis pada hari Rabu, sementara indeks harga produsen akan diumumkan pada hari Kamis.
"Saya pikir pasar saat ini sedang menunggu dan melihat, mendengarkan Powell, serta menanti laporan CPI besok. Saya berkeyakinan bahwa investor akan mendorong harga lebih tinggi berdasarkan pertumbuhan laba, bukan karena ekspansi rasio harga terhadap laba (P/E)," urai Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research.
Menurut dia, satu-satunya kekhawatiran terkait laba adalah kemungkinan bahwa antusiasme kuartal ini sebagian disebabkan oleh penyesuaian terhadap perkiraan kuartal berikutnyal. "Pertanyaan yang harus kita jawab dalam beberapa bulan ke depan adalah apakah kita benar-benar melihat percepatan pemesanan akibat tarif Trump, yang mungkin memberikan dorongan artifisial terhadap tampilan ekonomi yang membaik," kata Stovall.

