Wall Street Tumbang Terseret Saham Teknologi, Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS jatuh pada hari Selasa waktu AS atau Rabu (16/10/2024). Para trader menelaah laporan laba perusahaan terbaru. Ketiga indeks utama Wall Street kompak melemah, Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin.
Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 324,80 poin, atau 0,75%, ditutup pada 42.740,42. Indeks saham 30 perusahaan ini sempat mencapai rekor tertinggi harian sebelum merosot. S&P 500 tergelincir 0,76% menjadi 5.815,26, dan Nasdaq Composite jatuh 1,01% menjadi 18.315,59.
Saham ASML anjlok 16% seiring dengan jatuhnya saham produsen chip. CEO perusahaan memperingatkan adanya "kehati-hatian" di antara pelanggan dan mengatakan "pemulihan lebih lambat dari yang diharapkan." Nvidia dan AMD masing-masing turun 4,7% dan 5,2%. VanEck Semiconductor ETF (SMH) jatuh 5,4%, mencatat hari terburuknya sejak 3 September.
Baca Juga
Selain itu, UnitedHealth merosot 8,1% setelah perusahaan memangkas prospek laba setahun penuh. Penurunan perusahaan asuransi ini membebani indeks Dow Jones.
Sejauh ini, sekitar 40 perusahaan S&P 500 telah melaporkan hasil kuartal ketiga. Dari jumlah tersebut, 80% telah melampaui ekspektasi analis, menurut FactSet.
Pada perdagangan sehari sebelumnya, Wall Street menguat tajam. Indeks S&P 500 dan Dow naik ke level tertinggi sepanjang masa. Dow secara khusus menambah lebih dari 200 poin dan ditutup di atas angka 43.000 untuk pertama kalinya.
Baca Juga
Wall Street Cetak Rekor Lagi, Dow Jones Pertama Kali Tembus 43.000
Meski terjadi penurunan pada hari Selasa, ketiga indeks utama masih mencatat kenaikan bulan ini dan tampaknya berada di jalur untuk mengatasi musim yang secara historis bergejolak. Namun, Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management, mengatakan bahwa saham masih belum sepenuhnya aman dan rentan koreksi.
"Sulit untuk menjadi lebih baik dari posisi kita saat ini. Pasar ini dengan cepat berubah menjadi pasar beli tinggi, jual lebih tinggi dengan S&P di puncak sepanjang masa," katanya kepada CNBC.
Namun, menurut Sandven, musim laba kuartal ketiga yang kuat dan fundamental yang kokoh dapat mempertahankan saham di level saat ini hingga akhir tahun. Ia memasang target akhir tahun 6.000 untuk S&P 500, yang berarti kenaikan sekitar 3%.
"Bagi investor ekuitas, ini adalah masa terbaik dan masa terburuk. Kinerja ekuitas AS tahun ini tetap luar biasa. Sebaliknya, kekhawatiran masih mengintai karena valuasi yang tinggi, nuansa terkait pemilihan tetap ada, ketegangan global meningkat, dan sebagainya, Dalam jangka pendek, banyak hal yang disukai dari pasar ekuitas. Jika melihat ke akhir tahun dan seterusnya, kami memperkirakan volatilitas akan menjadi lebih normal," urai Sandven.

