Dow Jones Cetak Rekor Berkat Kinerja Cemerlang Coca-Cola dan 3M, Nasdaq Tertekan Saham Teknologi
Poin Penting
- Dow Jones naik 218 poin dan sempat menembus 47.000.
- Coca-Cola, 3M, dan GM melampaui ekspektasi laba dan dorong reli.
- Saham teknologi melemah setelah Trump ragukan pertemuan dengan Xi Jinping.
- Investor menanti laporan laba Netflix dan Tesla di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS ditutup bervariasi pada Selasa waktu AS atau Rabu (22/10/2025). Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor baru, didorong oleh laporan laba yang kuat dari perusahaan seperti Coca-Cola dan 3M. Indeks yang terdiri atas 30 saham utama itu naik 218,16 poin, atau 0,47%, dan ditutup pada 46.924,74 setelah sempat menembus level 47.000. Indeks pasar luas S&P 500 berakhir sedikit di atas garis datar pada 6.735,35, sementara Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi melemah 0,16% menjadi 22.953,67.
Baca Juga
Saham Apple Dongkrak Wall Street, Indeks Dow Jones Terbang di Atas 500 Poin
Saham Coca-Cola dan 3M menopang kenaikan Dow setelah laporan keuangannya melampaui perkiraan Wall Street, masing-masing melonjak 4,1% dan 7,7%. Saham General Motors juga terbang 14,9% setelah menaikkan proyeksi laba tahunannya dan melampaui ekspektasi. Produsen mobil asal Detroit itu juga memangkas perkiraan dampak tarif Presiden Donald Trump, dengan menyebut bahwa sekitar 35% dari beban tersebut dapat diimbangi.
Sementara itu, Zions Bancorp naik lebih dari 1% setelah melaporkan laba kuartal ketiga yang meningkat dibandingkan tahun lalu, meski sempat mengungkap kredit bermasalah pekan lalu yang memicu aksi jual besar di sektor perbankan regional.
“Pertanda baik bahwa perusahaan multinasional besar mencatatkan hasil di atas perkiraan. Ini menandakan musim laporan laba kuartal ketiga dimulai dengan kuat dan kemungkinan besar kita akan melihat reli hingga akhir tahun,” beber Louis Navellier, pendiri sekaligus kepala investasi di Navellier & Associates, seperti dikutip CNBC.
Namun saham teknologi sedikit terpukul pada sesi Selasa setelah Trump memunculkan ketidakpastian mengenai pertemuannya pekan depan dengan Presiden China Xi Jinping. Saham Alphabet dan Broadcom masing-masing turun sekitar 2%, sementara Nvidia — saham unggulan di sektor kecerdasan buatan — melemah hampir 1%.
Investor teknologi berharap hubungan yang lebih baik dengan China akan menurunkan tarif dan melindungi industri semikonduktor dari ketegangan perdagangan.
Musim Laporan Laba
Investor kini menantikan pekan penting bagi laporan laba kuartal ketiga, dengan Netflix dijadwalkan melaporkan hasil setelah penutupan perdagangan Selasa dan Tesla pada Rabu. Awal yang kuat dalam musim laporan laba ini tampaknya menopang reli pasar yang lebih luas, terutama di tengah absennya data ekonomi akibat penutupan pemerintahan.
Lebih dari tiga perempat perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasil sejauh ini melampaui ekspektasi, menurut data FactSet. Perusahaan teknologi besar diperkirakan akan menyumbang porsi dominan dari total laba, seiring perdagangan saham bertema AI yang masih kuat, dengan “Magnificent Seven” diperkirakan membukukan pertumbuhan laba tahunan sebesar 14,9%, dibandingkan dengan 6,7% untuk 493 perusahaan lainnya.
Baca Juga
Risalah FOMC: Mayoritas Anggota The Fed Dukung Dua Kali Pemotongan Lagi hingga Akhir 2025
Sentimen pasar juga ditopang oleh ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan Federal Reserve akhir Oktober. Data indeks harga konsumen yang akan dirilis Jumat diperkirakan memberi petunjuk mengenai inflasi dan berpotensi memengaruhi keputusan bank sentral.

