Trump Sebut Perang Gaza Telah Berakhir, Dunia Siapkan Babak Baru Perdamaian
Trump Sebut Perang Gaza Telah Berakhir, Dunia Siapkan Babak Baru Perdamaian
Poin Penting
- Trump menyatakan perang Gaza berakhir dan Timur Tengah akan “menormalkan”.
- Israel menunggu Hamas membebaskan 20 sandera yang masih hidup.
- Palestina bersiap membangun kembali di tengah kehancuran besar di Gaza.
- Trump akan berpidato di Knesset sebelum menghadiri KTT perdamaian di Mesir.
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Gaza telah berakhir dan Timur Tengah akan “menormalkan.” Hal itu dikatakan Trump pada Minggu (12/10/2025) saat ia terbang ke Israel, yang sedang menunggu pembebasan sandera. Sementara itu, para pemimpin dunia berkumpul untuk membahas langkah selanjutnya menuju perdamaian.
Baca Juga
Trump: Israel dan Hamas Sepakat pada ‘Fase Pertama’ Rencana Akhiri Pertempuran
“Perang sudah berakhir, kalian mengerti itu,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One saat ia memulai penerbangan dari Washington ke Israel. Ketika ditanya tentang prospek kawasan tersebut, Trump mengatakan, “Saya pikir semuanya akan menormalkan,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza bertahan untuk hari ketiga pada hari Minggu menjelang pembebasan yang diharapkan terhadap sandera Israel dan tahanan Palestina serta pidato Trump di parlemen Israel.
Ribuan warga Palestina terus bepergian ke utara menuju Kota Gaza, pusat serangan Israel selama dua bulan terakhir, dengan harapan bahwa gencatan senjata akan mengakhiri perang.
Baca Juga
Gencatan Senjata Gaza Mulai Berlaku, Militer Israel Tarik Pasukan
“Besok adalah awal dari jalan baru. Jalan pembangunan, jalan penyembuhan, dan saya berharap — jalan penyatuan hati,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Optimisme semacam itu dirasakan secara luas. “Ada banyak kegembiraan di antara rakyat,” kata Abdou Abu Seada, seorang penduduk Gaza yang menambahkan bahwa kegembiraan itu diimbangi oleh kelelahan setelah dua tahun perang yang telah menghancurkan sebagian besar Gaza.
Juru bicara pemerintah Shosh Bedrosian mengatakan Israel mengharapkan sandera mulai dibebaskan pada Senin pagi dengan 20 sandera yang masih hidup akan dibebaskan bersama-sama.
Jika para sandera dibebaskan lebih awal, Israel siap untuk menerima mereka, katanya. Pembebasan mereka akan diikuti kemudian dengan penyerahan jenazah dari 28 sandera yang telah meninggal.
Pidato Trump di Knesset
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, Hamas dijadwalkan pada Senin siang akan membebaskan sisa sandera. Mereka diculik pada 7 Oktober 2023 ketika militan kelompok itu melancarkan serangan mendadak terhadap Israel yang memicu perang.
Koordinator sandera Israel Gal Hirsch mengatakan pada Kamis bahwa satuan tugas akan dibentuk untuk membantu menemukan jenazah sandera yang tewas yang tidak dapat ditemukan oleh Hamas.
Trump dijadwalkan tiba di Israel pada Senin untuk berpidato di Knesset, parlemen, sebelum bepergian ke Sharm El Sheikh di Mesir untuk menghadiri pertemuan puncak para pemimpin dunia mengenai akhir perang Gaza.
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas juga akan menghadiri pertemuan tersebut, kata seorang reporter Axios pada Minggu, mengutip seorang pejabat senior Palestina.
Utusan Trump Steve Witkoff dan Jared Kushner berpidato dalam rapat umum di Tel Aviv pada Sabtu, yang diharapkan banyak warga Israel sebagai yang terakhir untuk menyerukan pembebasan sandera dan akhir perang.
AS, bersama dengan Mesir, Qatar, dan Turki, memediasi apa yang disebut sebagai perjanjian tahap pertama antara Israel dan Hamas untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera oleh Hamas serta tahanan dan narapidana oleh Israel.
“Selama dua tahun kami menunggu hari ini, momen ini... Kami semua merasa bahagia untuk keluarga, untuk para sandera, akhirnya... kami akan melihat mereka,” kata demonstran Dalia Yosef, mengucapkan terima kasih kepada Trump.
Kembalinya Warga Gaza
Layanan Penjara Israel mengatakan pihaknya telah memindahkan beberapa tahanan Palestina ke fasilitas lain menjelang pembebasan mereka. Kementerian Kehakiman Israel telah merilis nama 250 warga Palestina yang dihukum karena pembunuhan dan kejahatan serius lainnya, yang akan dibebaskan berdasarkan kesepakatan tersebut.
Baca Juga
Pasukan Israel Mundur, Warga Gaza Kembali ke Rumah yang Hancur
Daftar itu tidak termasuk komandan senior Hamas yang ingin dibebaskan oleh kelompok militan Islam itu, atau tokoh terkemuka dari faksi lain seperti Marwan Al Barghouti atau Ahmed Saadat.
Meskipun hal itu tidak diharapkan menggagalkan kesepakatan, kantor informasi tahanan Hamas mengatakan pembicaraan masih berlangsung dengan mediator Israel mengenai daftar tahanan yang akan dibebaskan.
Israel juga akan membebaskan 1.700 warga Palestina yang telah ditahan di Gaza sejak 7 Oktober 2023, dan 22 anak di bawah umur Palestina, bersama dengan jenazah 360 militan. Juru bicara pemerintah Israel Bedrosian mengatakan para tahanan akan dibebaskan setelah para sandera yang masih hidup mencapai wilayah Israel.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa setelah para sandera dikembalikan, militer akan menghancurkan terowongan bawah tanah di Gaza yang dibangun oleh Hamas.
Warga Palestina yang kembali ke Gaza utara menggambarkan kehancuran yang meluas. Petugas penyelamat memperingatkan bahwa masih ada bahan peledak yang belum meledak dan bom di daerah tersebut.
Amjad Al Shawa, yang memimpin organisasi Palestina yang berkoordinasi dengan kelompok bantuan, memperkirakan 300.000 tenda diperlukan untuk menampung sementara 1,5 juta warga Gaza yang mengungsi.
“Kami tidak bisa mempercayai kehancuran yang kami lihat,” ujar Rami Mohammad-Ali, 37 tahun, melalui telepon setelah berjalan sejauh 15 km (9,5 mil) bersama putranya dari Deir Al Balah ke Kota Gaza.
“Kami gembira bisa kembali ke Kota Gaza tetapi pada saat yang sama kami merasakan kepahitan atas kehancuran ini,” katanya, menggambarkan melihat sisa-sisa manusia berserakan di sepanjang jalan.

