Trump: Israel dan Hamas Sepakat pada ‘Fase Pertama’ Rencana Akhiri Pertempuran
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan, Israel dan Hamas telah menyetujui “fase pertama” dari rencana perdamaian untuk menghentikan pertempuran dan membebaskan setidaknya sebagian sandera dan tahanan.
Baca Juga
“Ini berarti semua sandera akan segera dibebaskan, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati sebagai langkah awal menuju perdamaian yang kuat, tahan lama, dan abadi. Semua pihak akan diperlakukan dengan adil!,” tulis Trump, Rabu (8/10/2025).
Para negosiator telah bertemu di Mesir selama beberapa hari untuk merumuskan rencana perdamaian yang didukung Trump, yang ia harapkan pada akhirnya akan menghasilkan akhir permanen bagi perang dua tahun tersebut dan membawa perdamaian berkelanjutan di kawasan itu.
Dilansir CNBC, kesepakatan awal itu dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan Hamas, serta mediator Qatar. Tapi, belum jelas apakah para pihak telah mencapai kemajuan dalam isu-isu yang lebih sulit terkait masa depan konflik, termasuk apakah Hamas akan melucuti senjata seperti yang diminta Trump, dan bagaimana pemerintahan wilayah yang hancur akibat perang itu akan dijalankan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis di media sosial, “Dengan pertolongan Tuhan, kami akan membawa mereka semua pulang.”
Perang dimulai dengan serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang, banyak di antaranya warga sipil. Kampanye militer balasan Israel telah menewaskan puluhan ribu warga Palestina, menghancurkan Gaza, dan mengguncang politik global.
Trump mengatakan pada Rabu bahwa ia sedang mempertimbangkan perjalanan ke Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang — sebuah isyarat optimisme besar — sementara pejabat tinggi dari AS dan Qatar melakukan perjalanan ke sebuah resor di Mesir untuk hari ketiga perundingan yang sedang berlangsung guna mengakhiri perang Israel-Hamas.
“Saya mungkin akan pergi ke sana menjelang akhir pekan,” kata Trump dari Gedung Putih saat membuka acara diskusi mengenai isu lain. Perjalanan itu dapat dilakukan pada hari Minggu, kata Trump, seraya menambahkan bahwa “perundingan berjalan dengan sangat baik.”
Petunjuk lain mengenai adanya kesepakatan muncul kemudian dalam acara tersebut ketika Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan secarik catatan kepada Trump di atas kertas resmi Gedung Putih yang bertuliskan, “Anda perlu menyetujui unggahan di Truth Social segera agar dapat mengumumkan kesepakatan terlebih dahulu.” Truth Social adalah platform media sosial pilihan presiden.
Catatan itu membuat Trump menyatakan, “Kita sangat dekat dengan kesepakatan di Timur Tengah.”
Kedatangan utusan Timur Tengah Trump, Steve Witkoff, dan menantu presiden, Jared Kushner, pada Rabu di Sharm el-Sheikh untuk mengikuti pembahasan, serta kehadiran Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menjadi pertanda bahwa para negosiator siap membahas isu-isu tersulit dalam rencana Amerika untuk mengakhiri perang di Gaza. Penasihat utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ron Dermer, juga hadir dalam perundingan tersebut.
Baca Juga
Dorong Hamas Terima Proposal Perdamaian, Turkiye Siap Terlibat dalam Keamanan Gaza Pascaperang
Hamas mengatakan pihaknya mencari jaminan kuat dari para mediator bahwa Israel tidak akan melanjutkan gerakan militernya di wilayah Palestina setelah kelompok militan itu membebaskan seluruh sandera yang tersisa.

