Trump Tunda Lagi Keputusan Soal TikTok, Negosiasi AS dan China Masih Alot
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan kembali memperpanjang tenggat waktu divestasi aset TikTok di AS yang semula jatuh pada 17 September 2025. Jika resmi ditunda, ini menjadi kali keempat perpanjangan sejak undang-undang mewajibkan ByteDance untuk menjual atau menutup operasinya di AS.
Dikutip dari Reuters, Senin (15/9/2025), Trump mengatakan negosiasi masih berjalan dan membuka kemungkinan TikTok “bisa mati, bisa tidak,” tergantung sikap Beijing. Padahal sebelumnya ia justru menyebut ada calon pembeli asal AS yang siap mengambil alih TikTok, meski belum ada detail yang diumumkan ke publik.
Pertemuan tingkat tinggi berlangsung di Madrid, Spanyol, antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng serta negosiator Li Chenggang. Ini kali pertamanya TikTok masuk dalam agenda resmi pembicaraan dagang, yang menandakan besarnya bobot politik isu ini.
Sejumlah sumber menyebut perpanjangan tenggat lebih karena kebuntuan teknis daripada kemajuan kesepakatan. Beijing menolak transfer algoritma inti TikTok, yang menjadi nilai utama aplikasi, sehingga rencana pemisahan operasi di AS terhambat.
TikTok sendiri memiliki sekitar 170 juta pengguna aktif bulanan di Negeri Paman Sam. Dengan rata-rata waktu penggunaan 52 menit per hari, aplikasi ini telah menjadi salah satu platform terbesar bagi generasi muda Amerika, sekaligus pasar iklan bernilai miliaran dolar.
Kongres AS sebelumnya mendesak penegakan hukum tanpa kompromi dengan alasan keamanan nasional, menuding aplikasi bisa dimanfaatkan Beijing untuk memata-matai atau memengaruhi opini publik. Namun Trump kerap menyuarakan keinginannya untuk menyelamatkan TikTok karena dinilai populer di kalangan anak muda.
Analis menilai langkah Trump memperpanjang deadline lebih sebagai strategi politik untuk menjaga ruang negosiasi dagang dengan China. Dengan hubungan kedua negara yang sensitif akibat tarif tinggi dan kontrol teknologi, keputusan final mengenai TikTok diperkirakan baru akan diambil di level kepala negara.
Ketidakpastian ini membuat nasib TikTok di AS masih menggantung. Sementara itu, industri teknologi, investor, dan 170 juta penggunanya terus menunggu arah kebijakan yang bisa mengubah peta persaingan media sosial global.

