Perang Dagang AS-China Memanas, Emas Terus Pecah Rekor Tertinggi
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas kembali mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Selasa (04/02/2025), didorong oleh investor yang mencari aset safe-haven setelah China membalas dengan mengenakan tarif terhadap AS sebagai respons terhadap tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Baca Juga
Balas Trump, China Terapkan Tarif Tambahan Hingga 15% pada Sejumlah Produk AS
Harga emas spot naik 1,1% menjadi $2.843,06 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi $2.845,14 dalam sesi perdagangan. Futures emas AS naik 0,6% menjadi $2.873,7.
"Berita tarif menjadi faktor utama penggerak pasar saat ini, lebih dari faktor lain," kata Bob Haberkorn, analis senior pasar di RJO Futures, seperti dikutip CNBC.
"Dolar memang menguat di awal pekan ini, tetapi dengan penurunan dolar, itu jelas membantu harga emas naik," tambah Haberkorn.
Dolar melemah 0,5%, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
China mengenakan tarif pada impor AS, dengan cepat merespons bea baru dari AS, yang semakin meningkatkan ketegangan dalam perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia, meskipun Trump memberikan penundaan tarif kepada Meksiko dan Kanada.
Tiga pejabat The Fed memperingatkan pada Senin bahwa rencana administrasi Trump terkait tarif perdagangan membawa risiko inflasi, dengan salah satunya menyatakan bahwa ketidakpastian terhadap prospek harga memerlukan pemotongan suku bunga yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Data menunjukkan lowongan pekerjaan di AS pada Desember turun menjadi 7,6 juta, lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 8 juta, yang mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi.
Baca Juga
Lowongan Pekerjaan AS Desember 2024 Turun Tajam Jadi 7,6 Juta
Emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, tetapi suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil ini.
"Dengan ketidakpastian pasar yang diciptakan oleh kebijakan pemerintahan AS saat ini serta kemungkinan bank sentral meningkatkan pembelian emas untuk diversifikasi dari kepemilikan dolar AS, harga emas bisa mencapai $3.000 tahun ini," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Fokus investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis pada Rabu, laporan payroll pada Jumat, serta pidato dari beberapa pejabat The Fed.
Harga perak spot naik 1,9% menjadi $32,15 per ons. Platinum naik 0,1% menjadi $965,30, sementara paladium turun 1,8% menjadi $990,84.

