JD Vance Optimistis pada 'Deal' TikTok, Investor AS Akan Kuasai 80% Saham
Poin Penting
- JD Vance menyatakan TikTok telah efektif dipisahkan dari ByteDance, dengan kontrol data di tangan investor AS.
- Perintah eksekutif Trump membentuk perusahaan patungan baru untuk mengelola bisnis TikTok AS.
- ByteDance hanya mempertahankan kurang dari 20% saham; investor utama termasuk Oracle, Silver Lake, dan MGX.
- ByteDance belum mengonfirmasi kesepakatan, sementara regulasi Tiongkok masih jadi faktor penentu realisasi transaksi.
WASHINGTON, investortrust.id — Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan keyakinannya bahwa TikTok kini telah “berhasil dipisahkan” dari perusahaan induknya di Tiongkok, ByteDance. Presiden Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi skema kepemilikan baru platform tersebut di Amerika Serikat.
Baca Juga
Trump Teken Perintah Eksekutif Kesepakatan TikTok, Valuasi US$ 14 Miliar
“Dominasi kepemilikan akan berada di tangan investor Amerika dan mitra mereka. Ini memastikan bahwa data pengguna aman dan algoritma tidak bisa dimanfaatkan sebagai alat propaganda asing,” kata Vance dalam wawancara dengan Fox News, Minggu (29/9/2025).
Platform media sosial populer itu sejak lama menghadapi kekhawatiran terkait praktik pengumpulan datanya serta hubungan perusahaan induk ByteDance dengan pemerintah Tiongkok.
Setelah berbulan-bulan ketidakpastian menyusul penandatanganan undang-undang keamanan nasional oleh mantan Presiden Joe Biden yang secara efektif melarang TikTok dari toko aplikasi AS, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada Kamis lalu yang menyetujui sebuah proposal yang memungkinkan TikTok terus beroperasi di negara tersebut.
“Cara kami menyusun kesepakatan ini dari perspektif keamanan nasional adalah bahwa investor Amerika dan para pelaku bisnis Amerika yang akan membuat penentuan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan TikTok,” kata Vance, yang menyebut kesepakatan itu menilai bisnis TikTok sebesar 14 miliar dolar.
Berdasarkan ketentuan perintah eksekutif Trump, sebuah perusahaan patungan baru akan mengawasi bisnis TikTok di AS, dengan ByteDance mempertahankan kurang dari 20% saham. Di antara para investornya adalah raksasa teknologi Oracle, firma ekuitas swasta Silver Lake, dan dana investasi MGX yang berbasis di Abu Dhabi.
Investor ByteDance, termasuk General Atlantic, Susquehanna, dan Sequoia, diperkirakan akan menyumbangkan ekuitas dalam entitas baru TikTok AS. Menurut kesepakatan itu, pemerintah federal tidak akan mengambil bagian ekuitas — atau yang disebut saham emas — dalam operasi TikTok di AS.
“Pada akhirnya, saya percaya bahwa lebih dari 80% perusahaan akan dimiliki oleh investor Amerika dan mitra mereka,” beber Vance, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Oracle Bakal Ambil Alih Pengawasan Data dan Algoritma TikTok di AS
Ketika menandatangani perintah eksekutif tersebut, Trump mengatakan Presiden Tiongkok Xi Jinping memberi lampu hijau untuk kesepakatan itu, sementara Vance mengatakan pemerintah Tiongkok menunjukkan beberapa resistensi terhadap kesepakatan tersebut.
Sejauh ini, ByteDance belum mengakui perintah eksekutif Trump, juga belum mengonfirmasi bahwa transaksi itu benar-benar berlangsung. Belum ada pula indikasi bahwa pemerintah Tiongkok telah membuat perubahan terhadap undang-undang yang diperlukan agar kesepakatan itu dapat terjadi.

