Oracle Bakal Ambil Alih Pengawasan Data dan Algoritma TikTok di AS
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Oracle dipastikan akan memimpin pengawasan algoritma dan keamanan data TikTok di Amerika Serikat setelah tercapainya kesepakatan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Washington untuk mengurangi risiko keamanan nasional terkait keterkaitan TikTok dengan induk perusahaannya di Beijing, ByteDance.
Dikutip dari AP News, Selasa (23/9/2025), pejabat Gedung Putih menyebut detail akhir kesepakatan masih dalam pembahasan bersama sejumlah mitra usaha patungan. Konsorsium tersebut akan melibatkan Oracle, Silver Lake Partners, serta kemungkinan partisipasi miliarder Rupert Murdoch dan Michael Dell.
Pemerintah AS dipastikan tidak akan memiliki saham maupun kursi dewan dalam struktur baru yang dibentuk. Namun, Trump dijadwalkan segera mengeluarkan perintah eksekutif yang menegaskan kesepakatan ini sesuai dengan aturan keamanan nasional.
Baca Juga
Tiga Konglomerat AS Terlibat Akuisisi TikTok, ada Fox dan Oracle hingga Dell
Rencana tersebut masih harus mendapatkan restu regulator AS dan persetujuan pemerintah China sebelum resmi berlaku. Proses divestasi TikTok AS diperkirakan baru rampung pada awal tahun depan, melewati tenggat awal yang sebelumnya ditetapkan undang-undang.
Lebih lanjut, fokus utama kesepakatan adalah algoritma rekomendasi TikTok yang membuat pengguna terus menonton video pendek. AS menilai algoritma tersebut rentan dimanipulasi otoritas China, sementara Beijing sebelumnya bersikeras bahwa teknologi itu wajib tetap dalam kendali hukum domestiknya.
Berdasarkan kerangka kesepakatan, usaha patungan AS akan menerima salinan berlisensi dari algoritma TikTok. Oracle ditunjuk untuk meninjau, memantau, dan mengamankan data pengguna domestik, sekaligus melatih ulang algoritma dengan basis data dari Amerika.
Baca Juga
Oracle Ingin Akuisisi TikTok dengan Skema Baru, Pemerintah China Enggan Beri Restu
Analis menilai langkah ini berpotensi memunculkan perubahan pengalaman pengguna karena sistem akan menyesuaikan dengan data baru. Meski begitu, Gedung Putih menegaskan pengguna TikTok di AS tetap bisa mengakses konten dari seluruh dunia tanpa hambatan.
Oracle dan Silver Lake dipastikan menjadi pemain kunci dalam struktur baru TikTok di AS. ByteDance hanya diperbolehkan memiliki maksimal 20% saham dengan satu kursi dewan, tanpa akses ke komite keamanan perusahaan.
Masuknya nama besar seperti Larry Ellison, Michael Dell, dan Rupert Murdoch menandai kuatnya kepentingan bisnis di balik restrukturisasi ini. Ellison, pendiri Oracle dengan kekayaan lebih dari US$ 390 miliar, diperkirakan akan menjadi figur berpengaruh baru dalam lanskap media dan teknologi global.

