Pasar Asia-Pasifik Rontok Dipicu Kebijakan Tarif Trump
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik dibuka anjlok pada Senin (03/02/2025) setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif pada Kanada, Meksiko, dan China.
Baca Juga
Gedung Putih Tegaskan Tarif Agresif terhadap Kanada, Meksiko, dan China Mulai Berlaku 1 Februari
Dikutip dari CNBC, indeks S&P/ASX 200 Australia jatuh 1,86%.
Nikkei 225 Jepang anjlok 1,84% pada pembukaan, sementara Topix kehilangan 1,75%. Kospi Korea Selatan turun 2,32%, dan indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq ditransaksikan 1,9% lebih rendah.
Pasar China tetap tutup karena libur Tahun Baru Imlek.
Pasar menanti data aktivitas manufaktur jasa Caixin/S&P Global untuk China yang akan dirilis di kemudian hari. Menurut survei Reuters, indeks PMI diperkirakan mencapai 50,5.
Pada Sabtu, Trump menandatangani perintah untuk menerapkan tarif 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada serta tarif 10% pada barang dari China. Ekspor energi dari Kanada akan menghadapi tarif yang lebih rendah, yakni 10%, yang akan mulai berlaku pada Selasa waktu AS.
AS melakukan bisnis sekitar $1,6 triliun per tahun dengan ketiga negara tersebut.
Investor juga akan menilai dampak pasar dari Anggaran Union India yang dirilis akhir pekan lalu, yang memberikan keringanan pajak penghasilan besar bagi kelas menengah negara tersebut. Pemerintah India juga berjanji untuk mengurangi defisit fiskal menjadi 4,4% dari PDB untuk tahun fiskal yang dimulai 1 April, turun dari 4,8% yang telah direvisi untuk tahun ini, serta berbagai langkah lainnya.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Tarif Trump, Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Pada Jumat lalu di AS, tiga indeks utama ditutup melemah. S&P 500 turun 0,50% menjadi 6.040,53, sementara Dow Jones Industrial Average merosot 337,47 poin atau 0,75%, tertekan oleh penurunan saham Chevron. Indeks Dow yang berisi 30 saham berakhir di 44.544,66. Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, turun 0,28% menjadi 19.627,44.

