BLS Revisi Besar-besaran Data Ketenagakerjaan AS, Tekanan Pemangkasan Suku Bunga Makin Kuat
Poin Penting
- BLS revisi data pekerjaan, hilangkan 1,2 juta lapangan kerja sejak awal 2024
- Pasar kini yakin ada pemangkasan suku bunga di tiap pertemuan tersisa tahun ini
- Goldman Sachs sebut revisi mungkin berlebihan, namun tren melemah nyata
- Gedung Putih desak Powell segera bertindak, sebut sudah kehabisan alasan
WASHINGTON, investortrust.id - Revisi besar data ketenagakerjaan AS memicu guncangan dan memperkuat tekanan agar The Fed segera memangkas suku bunga.
Dengan pertumbuhan lapangan kerja yang merosot dan ekonomi melemah, tekanan meningkat bagi Federal Reserve untuk mulai memangkas suku bunga, dengan pasar kini memperkirakan penurunan pada setiap dari tiga pertemuan tersisa tahun ini.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Kian Rapuh
Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS/Bureau of Labor Statistics), Selasa (9/9/2025), melaporkan bahwa ekonomi menambahkan 911.000 pekerjaan lebih sedikit dari yang dilaporkan sebelumnya untuk tahun yang berakhir Maret 2025. Revisi ke bawah sejak tanggal tersebut menunjukkan bahwa penurunan pertumbuhan lapangan kerja sebenarnya sekitar 1,2 juta selama 16 bulan terakhir.
Angka tersebut dipastikan menarik perhatian Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) saat bertemu minggu depan dan bisa memperkuat pernyataan Presiden Donald Trump bahwa bank sentral “terlalu lambat” dalam menyesuaikan kebijakan.
“Seandainya pejabat The Fed memiliki data itu secara real-time, suku bunga kebijakan pasti sudah lebih rendah hari ini,” tulis ekonom Citigroup Andrew Hollenhorst, merujuk pada revisi “benchmark” payroll dari BLS, seperti dikutip CNBC.
Menurut Hollenhorst, data tersebut sebenarnya “bisa membenarkan” pemangkasan besar setengah poin persentase ketika FOMC merilis keputusannya 17 September. Namun, ia memperkirakan Ketua Jerome Powell “akan lebih mudah membangun konsensus untuk pemangkasan seperempat poin minggu depan, dengan sinyal bahwa pemangkasan akan berlanjut di pertemuan berikutnya, termasuk kemungkinan di Oktober.”
Ekspektasi pasar telah bergeser signifikan seiring munculnya tanda-tanda masalah di pasar tenaga kerja.
Trader bukan hanya memperkirakan 100% kemungkinan The Fed memangkas seperempat poin minggu depan, mereka kini yakin ada pemangkasan di setiap dari tiga pertemuan tersisa, menurut alat FedWatch CME Group. Instrumen ini menggunakan harga kontrak futures dana federal 30 hari untuk menentukan probabilitas pergerakan suku bunga yang diimplikasikan pasar. Baru seminggu lalu, pasar hanya memperkirakan peluang kecil untuk tiga kali pemangkasan tahun ini.
Cermati Angka
Meski The Fed tidak terikat oleh pasar, mereka mengawasi ekspektasi suku bunga sebagai bagian dari dashboard data.
“Ekonomi AS hampir tidak punya cukup pekerjaan sekarang dan itu sudah berlangsung lama,” kata Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union yang sebelumnya reporter The Fed untuk Washington Post. “Federal Reserve perlu memangkas suku bunga pada September, Oktober, dan Desember, dan Gedung Putih perlu segera menyelesaikan kesepakatan dagang dengan China. Perusahaan tidak akan berinvestasi dan merekrut lebih banyak pekerja sampai ada kepastian,” tambahnya.
Namun, pejabat The Fed bisa merasa mereka masih bisa berhati-hati karena data ekonomi masih membingungkan dan rentan terhadap perubahan akibat tarif Trump.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
Selain itu, ada kemungkinan data saat ini melebih-lebihkan masalah pasar tenaga kerja.
Misalnya, Goldman Sachs menolak revisi payroll tersebut, dengan menyatakan total pengurangan berdasarkan model internal dan data frekuensi tinggi mereka lebih dekat ke 550.000, atau sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Firma itu juga mengatakan revisi BLS “memberikan informasi terbatas tentang kondisi pasar tenaga kerja saat ini” meski mengakui kondisi telah “melemah secara signifikan.”
Namun, laporan ini datang setelah kabar bahwa nonfarm payroll hanya naik 22.000 pada Agustus. Selain itu, survei New York Fed menemukan sentimen pekerja terhadap peluang mendapatkan pekerjaan baru jika kehilangan pekerjaan saat ini berada di titik terendah sepanjang sejarah. Survei lain juga menunjukkan meningkatnya kekhawatiran.
Dari Gedung Putih, data ini memicu kembali seruan pemangkasan suku bunga.
“Sama seperti BLS telah gagal pada rakyat Amerika, begitu juga Jerome ‘Terlalu Lambat’ Powell — yang kini kehabisan alasan dan harus segera memangkas suku bunga,” kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam pernyataannya.

