Trump Copot Erika McEntarfer dari BLS, Pasar Khawatirkan Integritas Data Ekonomi AS
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id – Pemecatan mendadak Komisioner Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS/Bureau of Labor Statistics), Erika McEntarfer, oleh Presiden Donald Trump memicu kecaman luas dari kalangan ekonom, mantan pejabat pemerintah, dan pelaku pasar. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya mengintervensi otoritas statistik negara yang selama ini dijaga independensinya, tepat ketika angka tenaga kerja AS mengalami revisi negatif terbesar sejak pandemi.
Baca Juga
Data Tenaga Kerja AS Mengecewakan, Trump Pecat Pejabat Biro Statistik
Dilansir dari Reuters, Trump menuduh Erika McEntarfer memalsukan angka ketenagakerjaan, meski tidak memberikan bukti manipulasi data. BLS adalah lembaga yang menyusun laporan ketenagakerjaan yang sangat diperhatikan, serta data harga konsumen dan produsen.
Para penasihat ekonomi utama Gedung Putih pada Minggu (3/8/2025) membela keputusan Presiden Donald Trump memecat Erika McEntarfer, menanggapi kritik bahwa tindakan tersebut dapat menggerus kepercayaan publik terhadap data ekonomi resmi Amerika Serikat.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengatakan kepada CBS bahwa Trump memiliki “kekhawatiran nyata” terkait data tersebut, sementara Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett menyatakan bahwa presiden “berhak memutuskan kepemimpinan baru.”
Hassett menyebut laporan BLS pada Jumat sebagai perhatian utama, yang menunjukkan revisi turun bersih dengan 258.000 pekerjaan lebih sedikit diciptakan pada Mei dan Juni dibanding laporan sebelumnya.
BLS tidak memberikan alasan khusus untuk revisi data tersebut, namun menjelaskan bahwa “revisi bulanan berasal dari laporan tambahan yang diterima dari bisnis dan instansi pemerintah sejak estimasi terakhir dipublikasikan, dan dari penghitungan ulang faktor musiman.”
McEntarfer menanggapi pemecatan mendadaknya pada Jumat lewat unggahan di platform media sosial Bluesky, menyebut bahwa menjabat sebagai komisioner BLS merupakan “kehormatan terbesar dalam hidupnya,” dan memuji para pegawai negeri yang bekerja di lembaga tersebut.
Pemecatan McEntarfer memperburuk kekhawatiran tentang kualitas data ekonomi AS yang dipublikasikan pemerintah federal, dan terjadi setelah gelombang tarif baru AS terhadap puluhan mitra dagang yang mengguncang pasar saham global saat Trump melanjutkan agenda restrukturisasi ekonomi dunia.
“Saya pikir yang kita butuhkan adalah sudut pandang baru di BLS, seseorang yang bisa merapikan lembaga ini,” ujar Hassett di acara “Fox News Sunday.”
Dalam wawancara di acara “Face the Nation” CBS, Greer mengakui bahwa revisi data pekerjaan adalah hal biasa, “namun kadang-kadang revisi tersebut bergerak sangat ekstrem.”
CEO Bank of America, Brian Moynihan, menyatakan bahwa revisi besar terhadap data ekonomi bisa mengikis kepercayaan publik dan bahwa pejabat pemerintah sebaiknya mengembangkan cara untuk meningkatkan kualitas data.
“Mereka bisa mendapatkan data ini, saya kira, dengan cara lain dan fokusnya harus ke sana: bagaimana kita membuat data lebih tangguh, lebih bisa diprediksi, dan lebih mudah dipahami?” katanya di CBS. “Karena yang membuat bingung adalah pernyataan ulang… itu menciptakan keraguan.”
Menggerus Kredibilitas
Kritikus, termasuk mantan pemimpin BLS, mengecam langkah Trump dan mendesak Kongres untuk menyelidiki pencopotan McEntarfer, menyebutnya sebagai pukulan bagi kredibilitas lembaga statistik yang selama ini dihormati.
“Ini menggerus kredibilitas,” kata William Beach, mantan komisioner BLS dan ketua bersama kelompok Friends of the BLS.
“Tidak ada cara bagi seorang komisioner untuk memalsukan angka pekerjaan,” ujarnya. “Setiap tahun kami merevisi angka tersebut. Saat saya menjabat, kami pernah merevisi 500.000 pekerjaan saat masa jabatan pertama Presiden Trump,” katanya di acara “State of the Union” CNN.
“Dan kenapa kami melakukan itu? Karena perusahaan baru muncul atau gulung tikar, dan kami tidak mengetahuinya selama tahun berjalan sampai kami mencocokkan data dengan hitungan riil semua bisnis.”
Mantan Menteri Keuangan Larry Summers, yang menjabat di era Clinton dan Obama, juga mengkritik pemecatan McEntarfer.
“Ini tuduhan yang mengada-ada. Angka-angka ini dihimpun oleh tim yang terdiri dari ratusan orang, mengikuti prosedur terperinci dalam pedoman resmi,” ujar Summers dalam program “This Week” di ABC.
BLS setiap bulan mensurvei 121.000 pemberi kerja—baik perusahaan maupun instansi pemerintah—untuk mencari tahu total pekerjaan bergaji pada minggu di mana tanggal 12 jatuh. Tingkat respons terhadap survei ini menurun drastis sejak pandemi Covid-19, dari 80,3% pada Oktober 2020 menjadi sekitar 67,1% pada Juli ini.
Karena itu, BLS masih menerima laporan yang datang terlambat, dan memperbolehkan revisi atas laporan sebelumnya hingga dua bulan ke depan.
Artinya, estimasi awal pekerjaan untuk bulan sebelumnya juga mencakup revisi untuk dua bulan sebelumnya, karena pada bulan ketiga tingkat respons biasanya mencapai sekitar 92%.
Baca Juga
Pasar Tenaga Kerja AS Memburuk, Nonfarm Payroll Juli Hanya Tambah 73.000
Namun, revisi dalam laporan Jumat tergolong besar secara historis. Revisi turun sebesar 125.000 pekerjaan untuk Mei adalah yang terbesar antara estimasi kedua dan ketiga sejak pengurangan 492.000 pekerjaan untuk Maret 2020, yang merupakan revisi terbesar dalam sejarah dan dilaporkan pada Juni 2020 untuk laporan Mei.
Di luar revisi tersebut, revisi Jumat untuk Mei adalah yang terbesar sejak revisi turun 127.000 pekerjaan pada Maret 1983, menurut data BLS.
Dengan tingkat respons survei BLS yang turun dari 80 persen menjadi hanya 67 persen sejak pandemi, akurasi data ketenagakerjaan memang berada dalam tekanan. Namun, pengamat memperingatkan bahwa intervensi politik justru akan memperparah ketidakpastian, bukan menyelesaikannya.
Kini, tekanan politik terhadap Kongres untuk menyelidiki pencopotan McEntarfer semakin meningkat, dengan kekhawatiran bahwa ke depan, data ekonomi AS bisa menjadi alat propaganda, bukan lagi cerminan kondisi riil.

