Makin Berkilau, Emas Cetak Rekor Lampaui US$ 3.200
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas melejit melewati angka US$ 3.200 pada hari Jumat (11/4/2025), seiring melemahnya dolar dan memanasnya perang dagang AS-China yang memicu kekhawatiran resesi. Investor berbondong-bondong memburu aset aman berupa logam mulia.
Harga emas spot melonjak hampir 2% menjadi US$ 3.235,89 per ons, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi US$ 3.245,28 pada sesi perdagangan. Harga emas batangan telah naik lebih dari 6% minggu ini. Kontrak berjangka emas AS naik 2,1% dan ditutup di US$ 3.244,6.
“Emas jelas dianggap sebagai aset safe haven pilihan dalam dunia yang dikacaukan oleh perang dagang Trump. Dolar AS telah terdepresiasi, dan surat utang pemerintah AS mengalami penjualan besar-besaran, karena kepercayaan terhadap AS sebagai mitra dagang yang dapat diandalkan telah menurun,” urai Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree, seperti dikutip CNBC.
China menaikkan tarif atas impor dari AS menjadi 125% pada hari Jumat, meningkatkan ketegangan dalam konfrontasi antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Baca Juga
Dolar melemah terhadap mata uang utama lainnya, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.
Kombinasi dari pembelian oleh bank sentral, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS, ketidakstabilan geopolitik, dan arus investasi ke ETF berbasis emas juga turut mendukung reli harga emas tahun ini.
Harga produsen bulanan AS secara tak terduga turun 0,4% pada bulan Maret, tetapi tarif impor diperkirakan akan mendorong inflasi lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Para trader kini bertaruh bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga pada bulan Juni dan memperkirakan pemangkasan sebesar sekitar 90 basis poin hingga akhir 2025.
Baca Juga
Trump Desak Powell Turunkan Suku Bunga dan ‘Berhenti Bermain Politik’
“Koreksi kecil (untuk emas) tidak akan mengejutkan, tapi arah ke depan adalah naik terus karena data CPI dan PPI memberi The Fed ruang lebih untuk memotong suku bunga dan akan terus menekan dolar,” kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen.
Emas, yang tidak memberikan hasil (non-yielding), adalah lindung nilai tradisional terhadap ketidakpastian global dan inflasi, serta cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Namun, perkembangan tertentu bisa membatasi kenaikan emas. “Termasuk meredanya ketegangan geopolitik, kembalinya hubungan dagang yang lebih kooperatif, atau perbaikan signifikan dalam kondisi makro dan fiskal AS,” tulis analis UBS dalam sebuah catatan
Harga spot perak naik 2,7% menjadi $32,05 per ons, sementara platinum naik 0,2% menjadi $939,80. Palladium menguat 0,6% menjadi $913,65.

