Sentuh Rekor Baru, Harga Emas Dekati Level US$3.600
Poin Penting
- Harga emas spot naik 1,4% ke US$3.596,55 per ons, sempat menyentuh rekor US$3.599,89.
- Reli didorong data tenaga kerja AS yang lemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
- Sejak awal tahun, emas sudah menguat 37% setelah lonjakan 27% pada 2024.
- Permintaan fisik di Tiongkok dan India melemah akibat harga yang berada di level rekor.
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas global kembali mencatat reli signifikan pada Jumat (6/9/2025), hanya selisih tipis dari rekor baru US$3.600 per ons. Lonjakan ini dipicu data ketenagakerjaan AS yang melemah, memperkuat taruhan pasar bahwa Federal Reserve akan segera menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Emas spot ditutup naik 1,4% ke US$3.596,55 per ons, setelah sempat menembus rekor US$3.599,89. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember menguat 1,3% ke US$3.653,30. Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak 37%, melanjutkan reli 27% pada 2024.
“Prospek emas jelas bullish karena tren pelemahan ketenagakerjaan mengalahkan kekhawatiran inflasi dalam jangka pendek,” ujar Tai Wong, trader logam independent, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Tingkat Pengangguran 4,3%, Ekonomi AS Berada di Ambang Resesi
Analis juga menyoroti independensi The Fed sebagai faktor penting yang memengaruhi arah emas — isu yang mencuat setelah Presiden Trump mencoba memecat Gubernur Fed Lisa Cook dan berulang kali menekan bank sentral untuk memangkas suku bunga.
Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya bersinar ketika suku bunga rendah dan ketidakpastian tinggi, menjadikannya aset andalan bagi investor pencari perlindungan.
Tiongkok dan India tetap menjadi konsumen emas terbesar. Namun permintaan emas fisik di kedua negara ini turun pekan ini akibat harga yang berada di level rekor.
Data cadangan emas Agustus dari bank sentral Tiongkok yang akan dirilis Minggu diperkirakan tidak mencerminkan rekor harga September, namun bisa memberi gambaran tentang dampak harga tinggi terhadap pembelian emas oleh bank sentral.
Di antara logam mulia lainnya, perak spot naik 0,8% ke US$40,98 per ons, menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Platinum naik 0,5% ke US$1.373,92, sementara paladium turun 1,5% ke US$1.110,32.

