Tolak ‘Mentalitas Perang Dingin’, Xi Jinping Serukan Kerja Sama AI di KTT SCO
Poin Penting
- Pertemuan ini berlangsung saat Tiongkok berupaya menampilkan diri sebagai pembawa damai global.
- Xi Jinping sempat berfoto bersama Modi dan Putin sebelum pidato pembukaan.
- Analis menilai détente Tiongkok–India bisa memperkuat pengaruh Beijing.
- Xi juga mengusulkan Global Governance Initiative di KTT SCO.
TIANJIN, investortrust.id – Presiden Tiongkok Xi Jinping menggunakan forum KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO/Shanghai Cooperation Organisation) ke-25 di Tianjin untuk menyerukan kerja sama kecerdasan buatan (AI) dan menolak apa yang ia sebut “mentalitas Perang Dingin.”
KTT SCO kali ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan PM India Narendra Modi. Xi menekankan Tiongkok telah menginvestasikan US$84 miliar di negara anggota SCO dan berjanji mendukung 10.000 siswa dalam program vokasi “Luban.”
Baca Juga
Masuki ‘Era Baru’ Hubungan Kedua Negara, Xi Jinping dan Putin Capai 5 Kesepakatan Ini
Xi diperkirakan akan bertemu Putin pekan ini, dengan Putin dijadwalkan menghadiri parade militer di Beijing memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II. Di sela KTT, Xi juga bertemu sejumlah pemimpin, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan PM Kamboja Hun Manet.
Pertemuan Xi dengan Modi pada Sabtu menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kemitraan, bukan rivalitas. Kementerian Luar Negeri India menekankan pentingnya hubungan stabil dan kerja sama antar 2,8 miliar penduduk kedua negara untuk pertumbuhan.
Para analis menilai détente Tiongkok–India menjadi terobosan penting, berpotensi memperkuat pengaruh Beijing. “Peningkatan hubungan dengan India sangat besar artinya… sekaligus menunjukkan AS kian kalah dalam perang propaganda melawan Tiongkok,” kata Marko Papic dari GeoMacro Strategy BCA, dikutip dari CNBC, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga
India–China Jalin Komitmen ‘Kerja Sama’ di Tengah Tekanan Barat
Xi menggunakan forum ini untuk meluncurkan inisiatif baru bernama Global Governance Initiative, menyusul program sebelumnya Global Development Initiative dan Global Security Initiative. Ia menegaskan tata kelola global harus dicapai melalui koordinasi, bukan “perundungan sepihak.”
Para pemimpin SCO juga menandatangani Deklarasi Tianjin dan menyepakati rencana pembangunan organisasi hingga 2035, termasuk penguatan kerja sama di sektor energi baru, industri hijau, ekonomi digital, serta peluncuran Bank Pembangunan SCO.

