Pasar Asia Bergerak Positif di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Sorotan pada KTT SCO
Poin Penting
- Nikkei 225 naik 0,31%, Kospi menguat 0,45%, sementara ASX 200 melemah 0,41%.
- Inflasi Korea Selatan tercatat 1,7% yoy pada Agustus, lebih rendah dari perkiraan 2%.
- Defisit transaksi berjalan Australia kuartal II diperkirakan AU$16 miliar.
- Sentimen dibayangi ketidakpastian tarif setelah pengadilan AS menyatakan sebagian besar tarif global Trump ilegal.
TOKYO, investortrust.id - Pasar saham Asia-Pasifik mayoritas bergerak positif pada Selasa (2/9/2025), seiring investor menilai hasil pertemuan para pemimpin di KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin. Namun, sentimen tetap rapuh akibat ketidakpastian tarif setelah pengadilan banding AS memutuskan sebagian besar kebijakan tarif global Presiden Donald Trump ilegal.
Baca Juga
Tolak ‘Mentalitas Perang Dingin’, Xi Jinping Serukan Kerja Sama AI di KTT SCO
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,31%, sementara Topix bertambah 0,28%. Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,45% dan Kosdaq naik tipis 0,14%. Data inflasi Korea Selatan menunjukkan harga konsumen hanya naik 1,7% yoy pada Agustus, melambat dari 2,1% pada bulan sebelumnya dan di bawah ekspektasi 2% menurut jajak pendapat Reuters.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,41%. Fokus investor tertuju pada rilis data neraca transaksi berjalan kuartal II yang diperkirakan menunjukkan defisit AU$16 miliar, memburuk dari AU$14,7 miliar pada kuartal sebelumnya.
Di Hong Kong, kontrak berjangka Hang Seng mengindikasikan pembukaan lebih lemah di 25.463 dibandingkan penutupan terakhir di 25.617,42.
Baca Juga
Pasar Asia ‘Waspada’, Putusan Tarif Trump dan Hubungan India–China Jadi Sorotan
Perdagangan Asia berlangsung dalam konteks awal September yang secara historis merupakan bulan yang buruk bagi saham global. Pasar AS sendiri tutup pada Senin untuk libur Hari Buruh, sehingga investor menunggu arah baru dari perkembangan geopolitik dan ekonomi global.

