Sentimen Tarif Trump Bayangi Wall Street, Futures Saham AS Bergerak Tipis
Poin Penting
- Stock Futures AS bergerak tipis, dengan Dow +19 poin, S&P 500 +0,11%, dan Nasdaq +0,14%.
- Pengadilan banding nyatakan tarif global Trump ilegal, membuka babak baru ketidakpastian perdagangan jelang banding ke Mahkamah Agung.
- Independensi The Fed dipertanyakan, seiring upaya Trump memecat pejabat bank sentral Lisa Cook dan sidang calon pejabat baru Stephen Miran.
- Secara historis, September merupakan bulan terburuk untuk ekuitas.
NEW YORK, investortrust.id – Kontrak berjangka saham (stock futures) AS bergerak nyaris datar pada Senin (1/9/2025) malam waktu AS, di tengah sentimen rapuh pasca-putusan pengadilan banding yang menyatakan sebagian besar tarif global era Presiden Donald Trump ilegal. Ketidakpastian perdagangan ditambah isu independensi Federal Reserve menahan laju optimisme, meski Wall Street menutup Agustus dengan kinerja solid.
Baca Juga
Pengadilan Banding Putuskan Sebagian Besar Tarif Trump Tidak Sah
Dow Jones Industrial Average futures naik tipis 19 poin. S&P 500 futures menguat 0,11% dan Nasdaq 100 futures bertambah 0,14%.
Pergerakan terbatas ini terjadi setelah pengadilan federal memutuskan hanya Kongres yang berwenang memberlakukan tarif luas, menolak penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) sebagai dasar kebijakan Trump. Sang mantan presiden mengecam putusan itu sebagai “sangat partisan” dan berjanji mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
Menurut Aniket Shah, Head of Sustainability and Transition Strategy Jefferies, seperti dikutip CNBC, putusan MA yang menolak penggunaan IEEPA akan mengurangi risiko eskalasi tarif global, hal positif bagi pasar. Namun ia memperingatkan ketidakpastian jangka pendek bisa meningkat, mengingat sejumlah perjanjian dagang harus dinegosiasi ulang.
Selain isu tarif, independensi The Fed juga menjadi sorotan. Upaya Trump menyingkirkan pejabat bank sentral Lisa Cook menambah tekanan. Sidang pengadilan terkait permintaan larangan sementara pemecatan Cook berakhir tanpa putusan. Pekan ini, Stephen Miran—calon pejabat Fed dari Trump—dijadwalkan menjalani uji kelayakan di Komite Perbankan Senat pada 4 September.
Baca Juga
Secara historis, September adalah bulan terburuk untuk pasar saham. Dalam lima tahun terakhir, S&P 500 rata-rata merosot 4,2% pada bulan ini, dan turun lebih dari 2% jika dihitung rata-rata sepuluh tahun terakhir.
Pada Agustus, Wall Street mencatat bulan positif: Dow Jones naik lebih dari 3%, S&P 500 hampir 2%, dan Nasdaq 1,6%. Itu menandai kenaikan empat bulan berturut-turut bagi S&P 500. Kini investor menunggu rilis laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat, yang akan menjadi acuan kunci keputusan suku bunga The Fed pertengahan bulan.

