Yield USTreasury Turun Setelah Rilis Risalah The Fed
Poin Penting
- Yield obligasi Pemerintah AS turun tipis setelah rilis risalah rapat Juli The Fed.
- Fed terbelah: Waller dan Bowman menentang keputusan tahan suku bunga.
- Mayoritas anggota menilai risiko inflasi lebih besar dari risiko pasar tenaga kerja.
- Investor menanti pidato Powell di simposium Jackson Hole.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS melemah pada Rabu (20/8/2025) ketika investor menganalisis risalah rapat Federal Reserve bulan Juli.
Baca Juga
The Fed Terbelah dalam Putuskan Kebijakan Suku Bunga, Risalah FOMC Ungkap Alasannya
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun sekitar 1 basis poin menjadi 4,289%. Imbal hasil tenor 2 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 3,748%.
Risalah rapat menunjukkan bahwa The Fed mengkhawatirkan inflasi maupun pasar tenaga kerja, meskipun sebagian besar anggota yang memiliki hak suara menilai masih terlalu dini untuk menurunkan suku bunga.
Risalah ini mendapat perhatian khusus mengingat Gubernur Fed Christopher Waller dan Michelle Bowman menyatakan perbedaan pendapat atas keputusan tersebut, pertama kalinya sejak 1993 ada dua pejabat voting Fed yang menentang keputusan.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
“Peserta umumnya menyoroti risiko pada kedua sisi mandat ganda Komite, dengan menekankan risiko kenaikan inflasi dan risiko penurunan pada lapangan kerja,” demikian tertulis dalam risalah. Sementara “mayoritas peserta menilai risiko kenaikan inflasi lebih besar dibanding risiko ketenagakerjaan,” beberapa peserta melihat “risiko penurunan pekerjaan sebagai risiko yang lebih menonjol.”
Bank sentral global akan berkumpul di Jackson Hole, Wyoming, Kamis hingga Sabtu untuk simposium ekonomi tahunan The Fed, yang akan diawasi ketat investor untuk mencari petunjuk terkait arah kebijakan moneter ke depan. Ketua Fed Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pidato pada Jumat di simposium tersebut.
Para pelaku pasar memperkirakan sekitar 84% kemungkinan pemangkasan suku bunga pada September, menurut CME’s FedWatch Tool.
“Kami memperkirakan pertemuan Jackson Hole tahun ini akan menjadi kesempatan bagi Powell untuk kembali memberi sinyal pada pelonggaran moneter,” ucap Andrzej Skiba, kepala tim BlueBay U.S. Fixed Income di RBC Global Asset Management, seperti dikutip CNBC. Meskipun ada beberapa titik panas pada data inflasi bulan ini, menurut dia, kemungkinan besar tidak cukup untuk menghalangi kubu dovish di komite.

