Yield USTreasury Melonjak, Investor Tunggu Risalah Pertemuan The Fed
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada Selasa (18/02/2025) setelah melewati libur nasional. Investor menantikan risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pekan ini dan mencerna aksi jual obligasi di Eropa.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Anjlok Pasca Rilis Data PPI dan Tarif Trump
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10 tahun naik 8 basis poin menjadi 4,556%, sementara imbal hasil Treasury 2 tahun naik lebih dari 4 basis poin menjadi 4,308%.
Kenaikan ini terjadi setelah imbal hasil obligasi Eropa meningkat secara signifikan pada Senin, seiring ekspektasi bahwa negara-negara di kawasan tersebut akan meningkatkan belanja pertahanan.
Investor juga akan mengawasi risalah pertemuan The Fed yang dijadwalkan rilis pada Rabu untuk mencari petunjuk mengenai berapa lama bank sentral akan mempertahankan suku bunga tetap.
Ketua Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell secara konsisten menekankan bahwa bank sentral tidak terburu-buru menurunkan suku bunga, tetapi wawasan mengenai arah kebijakan moneter di masa depan tetap menjadi perhatian utama investor.
Baca Juga
Ekonomi AS Kuat, Powell Isyaratkan The Fed Tak Akan ‘Terburu-buru’ Turunkan Suku Bunga
Menurut data CME Group, pasar memperkirakan hanya satu atau dua kali pemotongan suku bunga sebesar seperempat poin sebelum akhir 2025. Saat ini, pasar memperhitungkan hampir 98% kemungkinan bahwa tidak akan ada pemotongan suku bunga dalam pertemuan The Fed pada Maret.
Menjelang libur Hari Presiden, tiga indeks utama Wall Street mencatatkan pekan yang positif. Sebagian besar kenaikan pekan lalu terjadi pada Kamis, setelah usulan Presiden Donald Trump untuk tarif timbal balik terhadap negara-negara yang mengenakan bea terhadap barang AS meyakinkan investor yang sebelumnya khawatir tentang kebijakan yang lebih ketat.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
Sentimen pasar juga stabil setelah rilis indeks harga produsen untuk Januari pada Kamis dan laporan indeks harga konsumen pada Rabu, yang membantu menunda ekspektasi pemotongan suku bunga hingga paruh kedua tahun ini.

