Yield USTreasury Naik Setelah Rilis Risalah The Fed
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Rabu (9/10/2024). Investor mencerna risalah pertemuan Federal Reserve. Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menunggu data inflasi.
Imbal hasil Treasury 10-tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 4,073%. Treasury 2-tahun naik sekitar 4 basis poin menjadi 4,022%.
Baca Juga
Imbal hasil naik tipis karena risalah pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan beberapa ketidaksepakatan internal mengenai besaran penurunan suku bunga, dengan sebagian besar anggota komite bank sentral pada akhirnya mendukung penurunan setengah poin persentase atau 50 basis poin (bps).
Lonjakan imbal hasil Treasury 10-tahun menjadi 4% pada hari Senin terjadi setelah pertumbuhan pasar tenaga kerja yang lebih kuat pada minggu lalu, dan merupakan kelanjutan dari penurunan suku bunga Federal Reserve bulan lalu. Dalam beberapa hari terakhir, harga telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan.
Baca Juga
Pertumbuhan Lapangan Kerja AS September Melonjak di Atas Perkiraan
Kenaikan yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh pengaturan ulang ekspektasi penurunan suku bunga. Kenaikan harga minyak disebabkan oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, rencana stimulus di Tiongkok juga meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan kembali terjadi, yang mungkin akan membuat sebagian investor menjauh dari obligasi. Pada gilirannya, hal itu akan meningkatkan imbal hasil.
“Secara teknis menunjukkan pasar Treasury oversold, angka yang diperkuat oleh stochastic harian dan mingguan yang ekstrem. Kami melihat ada peluang pembelian mengingat risiko makro dan geopolitik yang ada.” kata Ian Lyngen, kepala strategi suku bunga AS di BMO, seperti dikutip CNBC.
Data inflasi yang keluar minggu ini juga akan memberi arah keputusan bank sentral bulan depan. Termasuk pembacaan indeks harga konsumen dan produsen bulan September yang masing-masing dijadwalkan pada hari Kamis dan Jumat.

