Kembali Memanas, Inflasi Inti Inggris Tembus 3,8%
Poin Penting
- Inflasi Inggris naik ke 3,8% pada Juli, melampaui perkiraan 3,7%.
- BOE baru saja memangkas suku bunga tipis ke 4% dengan voting 5-4.
- PDB kuartal II tumbuh 0,3%, mengejutkan pasar.
- Deutsche Bank: inflasi berpotensi tembus 4% sebelum melandai 2026.
LONDON, investortrust.id – Inflasi Inggris kembali memanas pada Juli, menambah dilema baru bagi Bank of England (BOE) yang tengah menempuh pelonggaran moneter bertahap.
Baca Juga
Inflasi Inggris Juni Melaju 3,6% YoY, Lebih Tinggi dari Perkiraan
Tingkat inflasi tahunan Inggris mencapai 3,8% pada Juli, lebih tinggi dari perkiraan, menurut data yang dirilis Kantor Statistik Nasional (ONS) pada Rabu (20/8/2025), seperti dikutip CNBC.
Ekonom dalam jajak pendapat Reuters sebelumnya memperkirakan inflasi akan mencapai 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli, setelah naik menjadi 3,6% pada Juni, yang juga melampaui ekspektasi.
Inflasi inti Juli, yang mengecualikan harga energi, pangan, alkohol, dan tembakau yang lebih fluktuatif, naik 3,8% secara tahunan, dari 3,7% pada periode 12 bulan hingga Juni.
Data terbaru ini muncul setelah Bank of England (BOE) awal bulan ini memutuskan dengan margin tipis untuk memangkas suku bunga dari 4,25% menjadi 4%, ketika bank sentral kembali menjalankan apa yang digambarkan sebagai pendekatan “bertahap dan hati-hati” terhadap pelonggaran moneter.
Baca Juga
Bank Sentral Inggris Pangkas Suku Bunga ke 4% di Tengah Ekonomi Lesu dan Inflasi Tinggi
Meskipun BOE secara luas diperkirakan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, para pelaku pasar dan ekonom menunggu rincian hasil voting. Pada akhirnya, keputusan pemangkasan suku bunga harus melalui dua kali pemungutan suara, dengan mayoritas tipis 5-4 memilih pemotongan.
Komite kebijakan BOE harus menimbang inflasi yang masih lengket dengan pasar tenaga kerja yang melemah serta pertumbuhan yang lesu namun mulai pulih. Data PDB pekan lalu menunjukkan ekspansi mengejutkan sebesar 0,3% pada kuartal kedua.
BOE terus memantau data inflasi dengan ketat, setelah sebelumnya memperkirakan indeks harga konsumen akan mencapai puncaknya di 3,8% pada September sebelum kembali turun pada paruh pertama 2026.
Menurut perkiraan Deutsche Bank, Inggris masih “hanya setipis rambut” dari tingkat inflasi tahunan 4%.
“Kami memperkirakan tekanan harga akan melunak pada kuartal keempat 2025, mendekati 3,5% secara tahunan pada akhir tahun,” kata Sanjay Raja, ekonom senior di bank Jerman itu dalam komentar tertulis Jumat.
“Selain itu, kami juga memperkirakan tekanan harga akan semakin mereda tahun depan. Berdasarkan model kami, CPI utama akan turun mendekati 2,75% secara tahunan pada kuartal kedua 2026, sebelum mencapai sekitar 2,25% secara tahunan pada kuartal keempat 2026. Secara keseluruhan, kami menilai jalan menuju target 2% pada tahun depan semakin menyempit. Bahkan, kami melihat tekanan ke atas justru semakin meningkat dalam proyeksi kami,” tambahnya.

