Inflasi Inti Jadi Fokus, Yield Obligasi AS 10-Tahun Jatuh ke 4,04%
Poin Penting
- Yield 10 tahun AS turun ke 4,044%, level terendah dalam 5 bulan.
- Pasar menunggu data inflasi inti (CPI) Agustus, diperkirakan naik 0,3%.
- Survei New York Fed tunjukkan kepercayaan pekerja ke rekor terendah.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali melemah pada Senin (8/9/2025). Investor bersiap menghadapi data inflasi inti yang akan menjadi kunci arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Turun, Data Payroll Swasta Tekan Ekspektasi Pasar
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 4 basis poin menjadi 4,044%. Imbal hasil tenor 2 tahun turun lebih dari 1 basis poin menjadi 3,495%. Imbal hasil tenor 30 tahun turun lebih dari 8 basis poin menjadi 4,689%.
Investor akan mencermati data inflasi inti yang dirilis Kamis mendatang, yang mengecualikan harga pangan dan energi. Inflasi inti (CPI) Agustus yang disesuaikan secara musiman diperkirakan naik 0,3% bulan-ke-bulan, menurut jajak pendapat Reuters terhadap analis.
“Meski The Fed kini memasuki masa blackout media, data PPI Rabu dan khususnya CPI Kamis akan membentuk ekspektasi harga, dengan semua mata masih tertuju pada dampak tarif,” tulis ekonom Deutsche Bank dalam catatan harian pada Senin.
Pada Selasa, Biro Statistik Tenaga Kerja juga akan merilis revisi awal benchmark untuk data ketenagakerjaan Maret 2025, bersamaan dengan data kuartal pertama 2025 dari Sensus Kuartalan Ketenagakerjaan dan Upah.
Dalam sepekan terakhir, pasar obligasi global menghadapi tekanan kenaikan imbal hasil baru, terutama obligasi tenor panjang, seiring investor bergulat dengan kekhawatiran fiskal dan inflasi.
Baca Juga
Sentimen Tarif Trump Guncang Pasar Obligasi, Yield USTreasury 30Y Tembus 4,97%
Jumat lalu, imbal hasil tenor 10 tahun jatuh ke level terendah sejak April setelah laporan ketenagakerjaan terbaru AS menunjukkan perekrutan Agustus melambat lebih dari perkiraan. Menyusul itu, survei bulanan ekspektasi konsumen New York Fed pada Senin mengungkap kepercayaan pekerja dalam mencari pekerjaan baru jatuh ke rekor terendah, menambah kekhawatiran tentang kondisi pasar tenaga kerja AS.
“Jika mengabaikan penurunan imbal hasil tajam terkait ‘Liberation Day’ de-risking, imbal hasil 10 tahun AS saat ini di bawah 4,1% merupakan level terendah tahun ini. Kami memperkirakan tren ini akan berlanjut, sebagian karena arus data pasar tenaga kerja yang melemah,” tulis Mislav Matejka, ahli strategi JPMorgan, dalam catatan Senin, seperti dikutip CNBC.
Imbal hasil secara luas melunak pada Jumat dan Senin, terkoreksi dari level-level mencolok yang tercapai awal pekan lalu, termasuk obligasi 30 tahun Jepang yang mencetak rekor tertinggi, obligasi 30 tahun Inggris ke level tertinggi 27 tahun, serta obligasi 30 tahun AS yang sempat menembus di atas 5% untuk pertama kalinya sejak Juli.

