OpenAI Luncurkan ChatGPT-5, Diklaim Minim 'Halusinasi'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - OpenAI merilis peningkatan baru untuk ChatGPT yang menjanjikan “lompatan signifikan dalam kecerdasan” dibandingkan model sebelumnya.
Sebagai bagian dari peluncuran yang diberi nama GPT-5 ini, perusahaan menghapus opsi untuk memilih versi ChatGPT lama dan menggantinya dengan “sistem tunggal yang beralih otomatis” yang menggabungkan model-model sebelumnya menjadi satu model yang “lebih cepat dan lebih cerdas”.
GPT-5 mampu menilai kapan perlu meluangkan waktu lebih lama untuk menangani pertanyaan yang kompleks, sementara tugas yang lebih sederhana dapat diselesaikan dengan cepat. Pelanggan Pro juga akan mendapatkan akses ke GPT-5 Pro, versi dengan kemampuan penalaran yang diperluas untuk memberikan jawaban yang lebih komprehensif dan akurat.
Selama ini, chatbot AI kerap dikritik karena menampilkan “halusinasi” dalam jawabannya, yaitu informasi yang terdengar meyakinkan namun keliru. OpenAI menyatakan telah melakukan “kemajuan signifikan” dalam mengurangi halusinasi sekaligus meningkatkan kinerja penulisan, pemrograman, dan jawaban terkait kesehatan.
Dalam sebuah unggahan blog yang mengumumkan model baru tersebut, OpenAI memamerkan beberapa permainan dan alat sederhana yang dibuat oleh GPT-5 hanya dari satu perintah. Di antaranya termasuk permainan tipe endless runner, simulator drum, dan program pembuat pixel art.
Pengguna juga dapat memilih berbagai “kepribadian” untuk GPT-5, seperti sinis, robot, pendengar, dan kutu buku, yang akan memengaruhi nada responsnya. Meski demikian, gaya asli ChatGPT tetap bisa dipilih kembali.
Baca Juga
Pekan depan, OpenAI akan meluncurkan fitur bagi pengguna Pro untuk menghubungkan akun Gmail dan Google Calendar mereka, sehingga ChatGPT dapat memberikan informasi tentang agenda penting, email yang terlewat, dan lainnya.
“GPT-5 menyatukan dan melampaui terobosan OpenAI sebelumnya di bidang kecerdasan frontier,” tulis OpenAI dikutip Theiet.org, Sabtu (9/8/2025).
“(GPT-5) Ini hadir ketika organisasi seperti BNY, California State University, Figma, Intercom, Lowe’s, Morgan Stanley, SoftBank, T-Mobile, dan lainnya telah membekali tenaga kerjanya dengan AI, dan mulai memiliki gambaran bahwa operasi mereka kembali dilakukan lewat API." Sekadar gambaran, saat ini sebanyak 5 juta user telah memilih menggunakan ChatGPT berbayar untuk bisnis mereka.
“GPT-5 menghadirkan lompatan dalam akurasi, kecepatan, penalaran, pengenalan konteks, pemikiran terstruktur, dan pemecahan masalah. Keajaiban sejati akan terjadi ketika bisnis mulai menerapkan GPT-5 untuk membayangkan kasus penggunaan baru,” demikian ulasan di Theiet.org.
Pada Juni lalu, CEO OpenAI Sam Altman mengonfirmasi bahwa perangkat pemindai bola mata perusahaannya, yang dijuluki ‘The Orb’, akan diluncurkan di Inggris. The Orb akan digunakan untuk membedakan manusia asli dari bot AI guna memverifikasi identitas manusia secara online.

