OpenAI Klaim Pengguna Mingguan ChatGPT Tembus 700 Juta
Poin Penting
|
SAN FRANCISCO, investortrust.id - OpenAI mengumumkan bahwa pengguna ChatGPT sedang menuju capaian 700 juta pengguna aktif mingguan. Angka ini naik signifikan dari 500 juta pada Maret lalu dan melonjak empat kali lipat dibanding tahun lalu.
Kabar ini disampaikan Wakil Presiden sekaligus Kepala Aplikasi ChatGPT, Nick Turley, dalam unggahan terbarunya di platform X. Ia menyebut bahwa angka tersebut menunjukkan keterlibatan pengguna yang stabil dan mendalam terhadap layanan AI generatif ini.
Baca Juga
Pengguna ChatGPT Melonjak, OpenAI akan Buka Kantor Pertama di Korea Selatan
“Setiap hari, orang dan tim belajar, mencipta, dan memecahkan masalah lebih sulit. Terima kasih kepada tim yang terus menjadikan ChatGPT lebih bermanfaat dan mewujudkan misi agar semua orang mendapat manfaat dari AI,” tulis Turley dikutip dari TechCrunch, Selasa (5/8/2025).
Pertumbuhan pesat ChatGPT menjadi sorotan karena berbeda dari tren pertumbuhan mesin pencari tradisional. Sebagai pembanding, Google saja baru mencapai 200 juta pencarian harian sejak 6 tahun setelah diluncurkan, dan butuh lebih dari 1 dekade untuk mencapai 4 miliar pencarian harian pada 2009.
Sementara itu, Bing Chat dari Microsoft, melaporkan mencapai 100 juta pengguna aktif harian pada 2023. Namun, angka itu hanya mencakup antarmuka percakapan, bukan seluruh layanan Bing.
Lonjakan ChatGPT mencerminkan perubahan besar dalam cara orang mencari informasi. Menurut laporan Wall Street Journal, tools berbasis AI, seperti ChatGPT dan Perplexity kini menyumbang 5,6% dari pencarian via browser desktop di AS atau naik dua kali lipat dari tahun lalu.
Baca Juga
Bos OpenAI Ingatkan ChatGPT bukan Dokter, Tak Ada Perlindungan Privasi Hukum!
Adopsi lebih tinggi terlihat pada pengguna awal model bahasa besar (LLM). Di kelompok ini, 40% kunjungan browser dialihkan ke tools AI, sementara trafik ke mesin pencari tradisional turun dari 76% menjadi 61% dalam periode yang sama.
Popularitas ChatGPT mempertegas posisi AI generatif sebagai titik awal pencarian informasi yang selama 2 dekade terakhir masih didominasi Google. Bahkan, para pelaku bisnis dan pemasar digital diingatkan untuk mulai mengalihkan strategi dari sekadar search engine optimaze (SEO) ke optimisasi AI agar tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan lanskap pencarian.

