Soroti Penipuan Online Pakai Satelit Elon Musk, Senator AS Desak Blokir Jaringan 'Scam' ASEAN
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Layanan internet satelit Starlink milik taipan Elon Musk kembali jadi sorotan. Kali ini, seorang senator Amerika Serikat (AS) mendesak agar Starlink segera memblokir akses jaringan kriminal di Asia Tenggara (ASEAN) yang diduga memakai layanan tersebut untuk menipu warga AS.
Senator Maggie Hassan dalam surat resminya kepada Musk menyebut, Starlink digunakan oleh kelompok kriminal transnasional yang beroperasi di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Laos. Mereka menjalankan kamp-kamp penipuan online yang telah merugikan warga AS hingga miliaran dolar.
“Kalau orang Amerika merasa makin sering dapat SMS, email, atau telepon scam, bisa jadi pelakunya ada ribuan kilometer jauhnya, dan pakai internet dari Starlink,” tulis Senator Hassan, dikutip dari Reuters, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga
Starlink sejatinya punya aturan untuk memutus akses pengguna yang terbukti melakukan penipuan. Namun, menurut Hassan, kelompok kriminal itu masih bisa mengakses jaringan satelit, terutama di area terpencil yang tak tersentuh infrastruktur konvensional.
Pemerintah Thailand bahkan sejak Februari 2025 sudah memutus aliran listrik, internet, dan bahan bakar ke lima titik perbatasan Myanmar, seperti Myawaddy demi menghentikan aktivitas pusat penipuan tersebut. Namun, nyatanya koneksi satelit, seperti Starlink membantu jaringan itu tetap beroperasi.
Kasus ini makin ramai menyusul aktor China, Wang Xing, diculik setelah mendarat di Thailand dan kemudian diselamatkan dari kamp penipuan di Myanmar. Peristiwa itu menyoroti skala dan canggihnya operasi pelaku.
Menurut data lembaga riset US Institute of Peace, banyak dari jaringan scam ini berasal dari China dan telah memperluas operasi ke Asia Tenggara. Mereka memanfaatkan teknologi modern, termasuk Starlink, untuk menjaga koneksi tetap hidup meski lokasi operasionalnya terpencil.
SpaceX belum memberikan tanggapan soal desakan ini. Namun, tekanan agar perusahaan raksasa teknologi lebih bertanggung jawab terhadap penyalahgunaan layanannya makin kuat, terutama jika menyangkut reputasi dan keamanan digital lintas negara.
Baca Juga
Sementara itu, Starlink masih menghentikan sementara pendaftaran pelanggan baru di Indonesia. Dalam pengumuman resminya, Starlink menyebut kapasitas layanan di seluruh Indonesia telah terjual habis.
Hingga kini, Starlink belum memberikan estimasi kapan kapasitas akan kembali tersedia. Pelanggan hanya ditawari opsi “join waitlist,” menandakan belum ada kepastian penambahan satelit atau perluasan jaringan.

