Tantang Starlink, Amazon Siap Luncurkan 27 Satelit Kuiper
WASHINGTON, investortrust.id - Amazon telah mengumumkan rencana peluncuran 27 satelit pertama untuk jaringan internet Project Kuiper pada 9 April 2025. Peluncuran ini akan dilakukan dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, sebagai langkah awal untuk menyaingi sistem Starlink milik Elon Musk.
Misi bertajuk Kuiper Atlas 1 ini menandai dimulainya proyek ambisius Amazon dalam membangun konstelasi satelit internet global. “Tidak peduli bagaimana misi ini berlangsung, ini hanyalah awal perjalanan kami,” kata Wakil Presiden Teknologi Kuiper Rajeev Badyal, dilansir dari laman perusahaan, Jumat (04/04/2025).
Baca Juga
Amazon Luncurkan Satelit Perluas Ketersediaan Internet di Dunia
Investasi US$ 10 Miliar
Project Kuiper pertama kali diumumkan pada 2019 dengan investasi sebesar US$ 10 miliar untuk mengembangkan jaringan ini. Proyek dipimpin oleh mantan tim insinyur Starlink di SpaceX, yang sebelumnya dipecat oleh Musk pada tahun 2018.
Sejak itu, SpaceX telah lebih dulu meluncurkan sekitar 8.000 satelit Starlink dan memiliki lebih dari lima juta pelanggan di 125 negara. Keberhasilan Starlink menjadikannya pilihan utama bagi militer dan badan intelijen yang membutuhkan komunikasi satelit yang aman.
Baca Juga
Amazon hingga Pendiri OnlyFans Ajukan Proposal Beli TikTok Jelang Tenggat Waktu
Amazon memang lebih lambat dalam memulai proyek ini, tetapi mereka yakin keunggulan bisnis layanan web serta pengalaman dalam produk konsumen akan menjadi nilai tambah. Hal ini diharapkan dapat menarik pelanggan Kuiper dan mempermudah produksi massal antena konsumen yang berukuran kecil.
Pada 2022, Amazon dikabarkan memesan 83 peluncuran roket dari ULA, Arianespace, dan Blue Origin. Blue Origin merupakan perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, pendiri Amazon.
Kesepakatan ini menjadi kontrak peluncuran terbesar dalam industri, sebagai persiapan Amazon untuk membangun jaringan satelitnya. Sebelumnya, Amazon telah menguji dua satelit prototipe pada 2023 dalam misi yang mereka anggap sukses. Keberhasilan uji coba ini menjadi dasar bagi peluncuran tahap pertama satelit Kuiper yang dilakukan dalam waktu dekat.
Peluang Kerja Sama Indonesia
Di sisi lain, Amazon Kuiper juga sempat melakukan penjajakan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI. Pertemuan itu berlangsung bulan lalu di kantor Kemkomdigi, Jakarta.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdgi) Meutya Hafid menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, teknologi satelit seperti Amazon Kuiper memiliki peran penting untuk mengatasi kesenjangan digital di daerah terpencil.
“Kami menyambut baik komitmen Amazon Kuiper dalam mendukung perluasan konektivitas digital di Indonesia. Kami terbuka terhadap investasi serta teknologi baru apa pun yang dapat membantu kami untuk mencapai konektivitas di Indonesia,” kata Meutya saat itu.
Baca Juga
Namun, politisi Partai Golkar itu enggan berkomentar banyak mengenai kerja sama seperti apa yang ditawarkan. Menurutnya, pertemuan tersebut baru tahap perkenalan dan hanya sebatas membahas rencana investasi. Ia berharap kehadiran Kuiper memperluas konektivitas internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). (C-13)

