Harga Minyak Melonjak, Dukungan Uni Eropa ke Energi AS Dorong Brent Tembus US$ 70
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak global naik tajam pada awal pekan (28/7/2025), setelah Amerika Serikat dan Uni Eropa menyepakati penurunan tarif impor. Selain itu, Presiden Donald Trump mempercepat batas waktu bagi Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina. Kombinasi ketegangan geopolitik dan peluang baru dari sisi perdagangan membuat harga Brent dan WTI melonjak lebih dari 2%.
Baca Juga
Trump Ultimatum Rusia: Dua Pekan Menuju Damai atau Hadapi 'Tarif Sekunder'
Kontrak Brent untuk pengiriman bulan depan naik USD1,60 atau 2,34% dan ditutup di level USD70,04 per barel — tertinggi dalam 10 hari terakhir. Minyak mentah WTI AS ditutup menguat USD1,55 atau 2,38% di USD66,71 per barel.
Kenaikan harga terjadi seiring pengumuman Trump bahwa ia mempersingkat tenggat 50 hari bagi Rusia menjadi hanya 10–12 hari, dan UE akan mengalihkan sebagian besar konsumsi energinya dari Rusia ke pemasok AS sebagai bagian dari kesepakatan baru senilai USD750 miliar.
“Kesepakatan antara AS dan UE serta kemungkinan perpanjangan gencatan tarif AS-Tiongkok juga turut mendukung pasar keuangan global dan harga minyak, ujar Tony Sycamore, analis pasar di IG, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Trump Menang Lagi, Tetapkan Tarif Impor 15% bagi Uni Eropa dan 0% bagi Barang AS ke Eropa
Kerangka perjanjian dagang dengan UE yang diumumkan pada Minggu menetapkan tarif impor AS sebesar 15% terhadap sebagian besar barang dari Uni Eropa. Trump juga menyebut bahwa kesepakatan itu mencakup komitmen pembelian energi AS oleh UE senilai $750 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
“Eropa harus menyerahkan sebagian besar dari apa yang mereka dapatkan dari Rusia,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group. “Kesepakatan ini tidak hanya memberi dorongan besar bagi produsen energi AS, tetapi juga menambah tekanan pada (Presiden Rusia Vladimir) Putin untuk mau berunding.”
Pejabat senior AS dan Tiongkok bertemu di Stockholm pada Senin untuk mencoba memperpanjang gencatan tarif sebelum tenggat 12 Agustus.
Kesepakatan AS-UE menghilangkan satu lapisan ketidakpastian, dan fokus pasar tampaknya kembali pada faktor-faktor fundamental, kata Tamas Varga, analis di PVM, seraya menambahkan bahwa penguatan dolar AS dan penurunan impor minyak India masih menjadi penekan harga minyak.
Baca Juga
Anggota OPEC+ Sepakati Kenaikan Produksi 548.000 Bpd Mulai Agustus
Dari sisi pasokan, panel OPEC+ pada Senin menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan produksi minyak, menjelang pertemuan terpisah delapan anggota OPEC+ pada Minggu untuk memutuskan potensi peningkatan produksi minyak pada bulan September.
ING memperkirakan OPEC+, kelompok yang mencakup Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, akan menyelesaikan pemulihan penuh terhadap tambahan pengurangan sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari paling lambat akhir September.

