TikTok Siapkan Aplikasi Khusus bagi Pengguna di AS demi Merespons Tekanan Donald Trump
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Raksasa platform media sosial asal China, TikTok, tengah menyiapkan peluncuran aplikasi mandiri khusus pengguna di Amerika Serikat (AS). Aplikasi ini akan menggunakan sistem data dan algoritma terpisah dari versi global.
Langkah itu disebut sebagai strategi teknis dan politik ByteDance guna merespons tekanan Presiden Donald Trump dan regulasi baru yang menuntut pemisahan operasional TikTok di AS.
Dilansir Reuters, Kamis (10/7/2025), menurut sumber internal perusahaan, proyek bernama internal “M2” ini memiliki tenggat pada September 2025 dan bisa menjadi pemisahan teknis terbesar antara TikTok AS dan bisnis globalnya.
Baca Juga
Drama TikTok di AS, Diam-diam Departemen Kehakiman Lindungi Google Cs dari Sanksi
Tim TikTok dilaporkan tengah bekerja keras menggandakan kode, model kecerdasan buatan (AI), fitur, dan data pengguna dari sistem global ke versi lokal. Tujuannya adalah membentuk infrastruktur algoritma rekomendasi yang hanya dilatih dari data pengguna AS.
Jika proyek ini berhasil, TikTok AS akan beroperasi secara independen, mirip Douyin di China. Versi AS bahkan tidak akan tersedia di toko aplikasi luar negeri.
Inisiatif ini juga menjadi jalan keluar dari ketegangan bertahun-tahun antara Washington dan Beijing soal pengaruh serta keamanan data platform asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
Kongres AS pada 2024 meloloskan undang-undang yang mewajibkan ByteDance melepas kepemilikan TikTok di AS paling lambat Januari 2025. Setelah sempat 'mati suri' pada Januari lalu, TikTok mulai memindahkan data pengguna global dari pusat data AS milik Oracle dan memperkuat pemisahan sistem.
ByteDance tidak memberikan komentar resmi. Namun laporan menyebut versi AS dari TikTok kemungkinan dijalankan oleh perusahaan baru hasil usaha patungan (joint venture) antara investor AS dan ByteDance, yang mana ByteDance tetap memegang saham minoritas.
Investor yang disebut-sebut masuk konsorsium di antaranya Susquehanna International Group, General Atlantic, KKR, Blackstone, Andreessen Horowitz, dan Oracle.
Baca Juga
Siapa Investor Misterius TikTok di AS? Ini Bocoran dari Trump Jelang Tenggat Divestasi
Namun masih belum jelas apakah otoritas China telah menyetujui rencana ekspor teknologi algoritma rekomendasi TikTok—yang selama ini dianggap aset strategis oleh pemerintah Beijing. Pada 2020, China bahkan mengubah aturan ekspor untuk mencakup teknologi algoritmik, menjadikannya senjata negosiasi strategis.
Proyek pemisahan ini juga menjadi bagian dari manuver dagang Trump terhadap China, menyusul rencana kenaikan tarif ekspor.
Presiden Donald Trump, pekan lalu, menyatakan, pembicaraan akan dilanjutkan, namun belum yakin terhadap restu Beijing. “Menurut saya ini kesepakatan yang baik untuk kedua belah pihak,” tegas Trump.

