Pasar Tenaga Kerja AS Solid, Yield USTreasury 10 Tahun Naik Tajam
Poin Penting
| ● | Imbal hasil Treasury AS naik signifikan, dengan tenor 10 tahun di 4,346% dan 2 tahun melonjak ke 3,886% setelah data payroll Juni yang lebih kuat dari perkiraan. |
| ● | Nonfarm payrolls bertambah 147.000, jauh di atas ekspektasi 110.000, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja tetap solid meskipun ada laporan ADP yang lemah. |
| ● | Ekspektasi pemangkasan suku bunga Juli praktis hilang, dengan pasar kini memproyeksikan skenario "higher for longer". |
| ● | Investor juga mencermati megapaket fiskal Trump dan tarif baru AS-Vietnam, yang berpotensi menambah tekanan pada inflasi dan dinamika fiskal jangka panjang. |
New York, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tajam pada Kamis (3/7/2025) setelah laporan ketenagakerjaan bulan Juni menunjukkan pertumbuhan yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
Baca Juga
Yield acuan 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,346%, sementara yield obligasi 30 tahun naik lebih dari 3 basis poin ke 4,861%. Yield obligasi 2 tahun melonjak lebih dari 9 basis poin ke 3,886%.
Nonfarm payrolls AS bertambah 147.000 pada Juni, jauh di atas estimasi konsensus Dow Jones yang sebesar 110.000. Tingkat pengangguran juga turun ke 4,1%, memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja tetap solid.
Data ini menenangkan pasar setelah laporan ADP sehari sebelumnya menunjukkan penurunan 33.000 dalam perekrutan sektor swasta. Statistik resmi pemerintah kini memperkecil kemungkinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Baca Juga
“Meski banyak yang enggan mempercayai - terutama setelah laporan ADP yang negatif - data ini menunjukkan bahwa The Fed tidak memiliki alasan untuk mempertimbangkan pemangkasan suku bunga pada Juli,” beber Lara Castleton, Kepala Strategi Portofolio di Janus Henderson Investors, seperti dikutip CNBC. “Pasar obligasi kini sedang melakukan repricing, dan investor sebaiknya mempertahankan ekspektasi bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama,” ujarnya.
Sementara itu, perhatian pasar juga tertuju pada megapaket fiskal Presiden Donald Trump yang dijuluki “one big beautiful bill” — telah lolos di Senat pada Selasa dan kini kembali ke DPR. Masih ada tantangan karena beberapa anggota Partai Republik masih menentangnya. Paket tersebut diperkirakan akan menambah defisit fiskal sebesar $3,3 triliun dalam 10 tahun ke depan.
Baca Juga
Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
Dari sisi perdagangan, Trump mengumumkan di Truth Social bahwa AS telah mencapai kesepakatan dagang dengan Vietnam. Kesepakatan tersebut mencakup tarif 20% atas impor langsung dari Vietnam, serta tarif 40% untuk barang yang diproduksi di negara ketiga tetapi dikirim melalui Vietnam sebelum masuk ke pasar AS.

