Pasar Tenaga Kerja AS Tangguh, Yield USTreasury 10-Tahun Naik Tipis
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali bergerak aktif pada Kamis (24/7/2025), menyusul sinyal baru dari ekonomi domestik dan dinamika politik yang berkembang.
Dikutip dari CNBC, imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik kurang dari 2 basis poin menjadi 4,402%. Sementara itu, imbal hasil obligasi 2 tahun naik 3 basis poin ke 3,914%, dan obligasi 30 tahun turun tipis kurang dari 1 basis poin menjadi 4,947%.
Kenaikan imbal hasil terjadi pada Kamis pagi setelah laporan klaim pengangguran mingguan menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran untuk pekan yang berakhir 19 Juli sebesar 217.000, turun dari 221.000 di pekan sebelumnya dan di bawah proyeksi Dow Jones sebesar 227.000. Data ini memperkuat narasi bahwa pasar tenaga kerja tetap resilien di tengah suku bunga tinggi.
Setiap angka tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi akan mempersempit ruang The Fed untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, menurut analis pendapatan tetap di New York.
Namun, pergerakan yield sempat tertahan oleh rilis data penjualan rumah baru yang hanya tumbuh 0,6% menjadi 627.000 unit secara musiman pada Juni, jauh di bawah ekspektasi 645.000 unit. Selain itu, indeks PMI sektor jasa versi S&P Global melonjak ke level tertinggi tujuh bulan, tapi indeks manufaktur justru menyentuh titik terendah dalam kurun waktu yang sama — mengindikasikan potensi perlambatan sektor produksi.
Pasar juga mencermati dinamika politik yang dapat mengganggu independensi bank sentral. Presiden Donald Trump mengunjungi kantor pusat Federal Reserve pada Kamis - sebuah langkah yang belum pernah dilakukan dalam hampir dua dekade terakhir.
Baca Juga
Trump akan Kunjungi Federal Reserve, Tingkatkan Tekanan terhadap Powell
Kunjungan ini dinilai sebagai bagian dari tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, yang dalam beberapa bulan terakhir terus dikritik Trump karena menahan suku bunga tetap tinggi. Presiden bahkan sempat melontarkan wacana pemecatan Powell, meski awal pekan ini ia menyatakan hal tersebut kini tidak diperlukan.
"Dia akan segera selesai masa jabatannya juga," ujar Trump kepada media awal pekan ini, mengisyaratkan penurunan eskalasi secara politik meski tekanan terhadap The Fed tetap berlanjut.
Pasar keuangan juga mengantisipasi arah kebijakan dagang AS-Eropa, menyusul pernyataan Trump soal kemajuan kesepakatan setelah tercapainya “massive deal” dengan Jepang.
Baca Juga
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Besar-besaran dengan Jepang, Tarif Timbal Balik 15%
Di tengah sinyal bercampur dari data ekonomi dan manuver politik tingkat tinggi, pasar obligasi tampaknya mulai memasuki fase waspada yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap arah kebijakan moneter dan risiko geopolitik dalam beberapa pekan mendatang.

