ADP: Sektor Swasta AS Kehilangan 33.000 Pekerjaan pada Juni
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Rekrutmen sektor swasta secara mengejutkan mengalami kontraksi pada Juni, menurut laporan ADP pada Rabu (2/7/2025). Hal ini menjadi sinyal bahwa kekuatan ekonomi AS mungkin tidak sekuat yang diyakini investor, meskipun indeks S&P 500 ditutup di rekor tertinggi akhir bulan lalu.
Baca Juga
ADP Catat Perekrutan Swasta AS Mei Hanya 37.000, Terendah dalam 2 Tahun
Laporan ADP menunjukkan sektor swasta kehilangan 33.000 pekerjaan pada Juni, penurunan pertama sejak Maret 2023. Para ekonom yang disurvei Dow Jones sebelumnya memperkirakan penambahan 100.000 pekerjaan. Sementara itu, data Mei direvisi turun dari 37.000 menjadi hanya 29.000.
“Meski PHK masih jarang terjadi, kehati-hatian dalam merekrut dan enggannya perusahaan menggantikan pekerja yang keluar menyebabkan penurunan lapangan kerja bulan lalu,” kata Kepala Ekonom ADP, Nela Richardson, dalam pernyataan resmi, seperti dikutip CNBC.
Perlu dicatat, laporan ADP sering kali tidak sejalan dengan laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah, yang akan dirilis Kamis ini. Ekonom memperkirakan kenaikan 110.000 pekerjaan untuk Juni dan tingkat pengangguran naik tipis ke 4,3% dari sebelumnya 4,2%.
Data mingguan klaim pengangguran juga akan dirilis Kamis, dengan perkiraan di angka 240.000. Rangkaian data pasar tenaga kerja ini datang di tengah pekan perdagangan pendek karena libur Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
Sektor Jasa Paling Terdampak
Sebagian besar kehilangan pekerjaan terjadi di sektor jasa, khususnya jasa profesional dan bisnis serta layanan kesehatan dan pendidikan. Sektor profesional/bisnis turun 56.000, sementara sektor kesehatan/pendidikan mencatat penurunan 52.000. Aktivitas keuangan juga menyumbang penurunan 14.000 pekerjaan.
Namun, sektor produksi barang mencatat pertumbuhan 32.000 pekerjaan, seperti di manufaktur dan pertambangan, membatasi kontraksi keseluruhan yang terjadi di sektor jasa, yang turun sebanyak 66.000.
Wilayah Midwest dan Barat AS mengalami kontraksi terbesar, masing-masing kehilangan 24.000 dan 20.000 pekerjaan. Timur Laut turun 3.000, sementara Selatan menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat pertumbuhan, dengan kenaikan 13.000 pekerjaan.
Perusahaan kecil paling terdampak. Bisnis dengan kurang dari 20 pekerja kehilangan 29.000 pekerjaan. Sebaliknya, perusahaan besar (lebih dari 500 pekerja) mencatat pertumbuhan 30.000 pekerjaan.
Pertumbuhan pendapatan tahunan turun tipis. Kenaikan gaji untuk pekerja tetap menurun menjadi 4,4% dari 4,5%, sedangkan bagi pekerja yang pindah kerja turun ke 6,8% dari 7%.
Baca Juga
Wall Street Melesat, S&P 500 dan Nasdaq Kembali Cetak Rekor Tertinggi Baru
Indeks S&P 500 naik lebih dari 4% sepanjang tahun ini, mencatat pemulihan tajam pada kuartal II setelah sebelumnya nyaris masuk pasar bearish akibat kekhawatiran perang tarif Presiden Donald Trump.

