Gelombang PHK Baru Microsoft: 9.000 Pekerjaan Global Dipangkas
Poin Penting
|
REDMOND, investortrust.id – Microsoft mengumumkan pada Rabu (3/7) bahwa pihaknya akan memangkas sekitar 9.000 pekerjaan secara global, setara dengan kurang dari 4% dari total tenaga kerja perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi tahunan yang biasa diumumkan di awal tahun fiskal perusahaan yang baru saja dimulai.
Baca Juga
“Kami terus melakukan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan dan tim secara optimal dalam lanskap pasar yang dinamis,” kata juru bicara Microsoft dalam pernyataan resmi via email.
PHK ini berdampak pada berbagai tim, wilayah geografis, dan tingkatan pengalaman, menurut sumber internal yang berbicara kepada CNBC.
Pemangkasan Bertahap
Ini bukan pertama kalinya Microsoft mengurangi jumlah karyawannya tahun ini. Pada Januari, perusahaan memotong kurang dari 1% karyawan berdasarkan evaluasi kinerja. Kemudian, lebih dari 6.000 posisi dihapus pada Mei, dan setidaknya 300 posisi tambahan di Juni. Sebagai per Juni 2024, Microsoft memiliki 228.000 karyawan secara global. Tahun sebelumnya, PHK mencakup 10.000 posisi.
Pemangkasan terbesar terjadi pada 2014, saat 18.000 posisi dieliminasi setelah akuisisi bisnis perangkat Nokia.
Menurut sumber internal, langkah PHK kali ini bertujuan mengurangi lapisan manajemen yang dianggap memperlambat pengambilan keputusan. Fokusnya adalah menghubungkan kontributor individu lebih langsung dengan pimpinan eksekutif.
CEO divisi gaming Microsoft, Phil Spencer, menulis kepada karyawannya bahwa perubahan ini akan membantu tim gaming fokus pada “area pertumbuhan strategis” dan menyelaraskan struktur dengan efisiensi yang diinginkan perusahaan induk.
“Kami akan mengakhiri atau mengurangi pekerjaan di beberapa bagian bisnis, dan mengikuti jejak Microsoft dalam memangkas lapisan manajemen demi meningkatkan kelincahan dan efektivitas,” tulis Spencer dalam memo internal.
Kinerja Keuangan Masih Kuat
Langkah restrukturisasi ini dilakukan saat kinerja keuangan Microsoft tetap impresif. Pada kuartal yang berakhir Maret, perusahaan mencetak laba bersih hampir US$26 miliar dari pendapatan sebesar US$70 miliar—melebihi ekspektasi pasar.
Untuk kuartal yang berakhir Juni, Microsoft memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan sekitar 14%, didorong oleh ekspansi Azure dan layanan langganan perangkat lunak produktivitas korporat.
Saham Microsoft sempat mencetak rekor tertinggi di US$497,45 pada 26 Juni. Meski turun tipis 0,2% pada Rabu, posisi saham masih bertengger di level tinggi, sementara indeks S&P 500 naik 0,5%.
Efisiensi di Industri Teknologi
Microsoft bukan satu-satunya pemain teknologi yang memangkas tenaga kerja tahun ini. Beberapa perusahaan software besar lainnya seperti Autodesk, Chegg, dan CrowdStrike juga melakukan perampingan dalam beberapa bulan terakhir.
Data pasar tenaga kerja AS pun mencerminkan tren ini. ADP melaporkan bahwa sektor swasta kehilangan 33.000 pekerjaan pada Juni, berbanding terbalik dengan prediksi ekonom Dow Jones yang memperkirakan penambahan 100.000 pekerjaan.

