Gara-gara AI, Microsoft PHK Ribuan Karyawan
SEATTLE, investortrust.id - Microsoft melakukan PHK terhadap lebih dari 6.000 karyawan, atau sekitar 3% dari tenaga kerja globalnya. Pemangkasan ini mencakup semua tingkatan, tim, dan wilayah, termasuk posisi strategis di bidang kecerdasan buatan (AI).
Salah satu nama yang terdampak adalah Direktur AI, Gabriela de Queiroz, yang fokus di dalam program Microsoft for Startups. Dalam unggahan di media sosial, ia menyebut kabar ini sebagai “pahit manis” dan menyampaikan dukungan kepada ribuan karyawan lain yang turut kehilangan pekerjaan.
“Saya sedih. Tapi kepada yang juga terdampak, kalian tidak sendiri. Kita setidaknya 6.000 orang,” tulis Gabriela di X.
Dilansir dari Bloomberg, Rabu (4/6/2026), PHK ini terjadi di tengah strategi agresif Microsoft mendorong adopsi AI. CEO Microsoft, Satya Nadella bahkan menyebut bahwa AI kini menulis hingga 30% kode program di proyek internal.
Ironisnya, posisi software engineer menjadi kelompok paling terdampak dengan menyumbang 40% dari PHK di negara bagian Washington saja. Salah satu VP Microsoft bahkan mendorong timnya menggunakan chatbot AI untuk menulis setengah dari seluruh kode, sebelum kemudian lebih dari selusin insinyur di timnya terkena PHK.
Baca Juga
Salip Microsoft, Nvidia Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
Efisiensi di Tengah Pertumbuhan
Perusahaan yang mempekerjakan 228.000 karyawan per Juni 2024 itu menyebut langkah ini bagian dari penyederhanaan struktur dan pengurangan lapisan manajemen. Namun, banyak pihak menilai pemangkasan ini kontras dengan pertumbuhan bisnis dan investasi besar Microsoft dalam teknologi AI.
Microsoft belum mengumumkan apakah akan memberikan dukungan lanjutan bagi karyawan terdampak. Sementara itu, Gabriela de Queiroz menutup pernyataannya dengan nada optimistis.
“Saya belum tahu langkah saya berikutnya. Tapi saya percaya akan ada hal baik yang datang setelah ini.” pungkasnya.

