Gedung Putih: AS-Kanada Lanjutkan Perundingan Dagang Setelah DST Dicabut
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Gedung Putih menyatakan bahwa Kanada “menyerah” kepada Presiden Donald Trump dengan terburu-buru mencabut pajak layanan digital (DST/digital dervice tax) setelah Trump mengancam akan menghentikan seluruh pembicaraan dagang dengan Ottawa.
Baca Juga
Pajak Layanan Digital Dibatalkan, Kanada Isyaratkan 'Deal' Dagang Baru dengan AS
“Ini sangat jelas, Perdana Menteri Mark Carney dan Kanada menyerah kepada Presiden Trump dan Amerika Serikat,” beber Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan dalam konferensi pers, dikutip dari CNBC, Selasa (1/7/2025).
Leavitt menambahkan bahwa Carney menghubungi Trump pada Minggu malam untuk memberitahu secara langsung bahwa pemerintahnya akan mencabut pajak tersebut—yang disebut Leavitt sebagai "kemenangan besar" bagi perusahaan teknologi AS dan para pekerjanya.
Kantor Perdana Menteri Carney maupun Partai Liberal belum memberikan komentar resmi.
Pernyataan Leavitt muncul beberapa jam setelah Penasihat Ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan bahwa pemerintah AS kemungkinan akan mendorong negara-negara lain untuk juga menghapus DST mereka sebagai bagian dari rangkaian negosiasi dagang yang sedang berlangsung.
“Ekspektasi saya adalah pajak layanan digital secara global akan dihapuskan, dan itu akan menjadi bagian kunci dalam pembicaraan dagang kami,” ujar Hassett dalam wawancara di CNBC.
Langkah mundur Kanada terjadi hanya beberapa jam sebelum pemungutan pajak digital pertama dimulai. Kanada menyatakan bahwa pembicaraan dagang dengan AS telah dilanjutkan setelah pencabutan pajak, dan kedua negara kini menargetkan tercapainya kesepakatan dagang pada 21 Juli mendatang, menurut pernyataan Kementerian Keuangan Kanada pada Minggu.
“Saya senang melihat Kanada mencabut DST-nya, yang artinya kami tak perlu menjalankan pembalasan pajak yang kompleks,” kata Hassett.
Namun ia juga memperingatkan bahwa negara-negara lain yang masih memberlakukan pajak digital akan “berhadapan dengan kemarahan” dari Perwakilan Dagang AS Jameson Greer, yang menganggap kebijakan tersebut sebagai praktik dagang yang tidak adil.
Dalam waktu kurang dari dua minggu, tarif tinggi yang dirancang oleh pemerintahan Trump terhadap berbagai negara akan kembali diberlakukan.
Hassett menyatakan bahwa AS telah memiliki “kerangka” untuk “sejumlah besar kesepakatan” yang kemungkinan akan segera disepakati setelah RUU anggaran besar yang didukung Trump disahkan oleh Kongres. Jika RUU itu lolos sebelum Jumat, Hassett memperkirakan akan ada “sesi maraton” di Gedung Oval, di mana Trump dan para penasihatnya akan memutuskan tarif akhir untuk setiap negara.
Baca Juga
Diwarnai Drama Politik, RUU Pemotongan Pajak dan Belanja Trump Lolos Rintangan Pertama di Senat AS
Trump sendiri belum memastikan apakah akan tetap pada tenggat tarif tanggal 8 dan 9 Juli. “Kami bisa lakukan apa saja yang kami mau,” ujarnya pada Jumat saat ditanya tentang jadwal tersebut.

