Konflik Israel-Iran Makin Membara, Harga Minyak Terbang 4%
HOUSTON, investortrust.id - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Selasa (17/6/2025) setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengancam Pemimpin Tertinggi Iran dan menyerukan “penyerahan tanpa syarat” dari Teheran, memperkuat eskalasi konflik di Timur Tengah yang kini memasuki hari kelima.
Baca Juga
Minyak mentah WTI ditutup naik 4,28% ke US$74,84 per barel, sementara Brent menguat 4,4% ke US$76,45. Kenaikan berlanjut pasca-penutupan, menandai reli nyaris 10% sejak Israel memulai serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran pada pekan lalu.
Trump menyampaikan ancamannya lewat media sosial, menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai “target mudah” dan memperingatkan bahwa kesabaran Washington semakin menipis. Di saat bersamaan, Pentagon mengerahkan tambahan armada militer ke kawasan, memperbesar kemungkinan konfrontasi langsung.
“Pasar mulai memasukkan premi risiko geopolitik dalam harga,” ujar Amos Hochstein, mantan penasihat energi Gedung Putih, kepada CNBC. Namun, keyakinan pasar tetap kuat karena pasokan global saat ini masih stabil, dengan kontribusi OPEC+ dan produksi AS yang tinggi.
Meski Israel telah menyerang beberapa fasilitas energi domestik Iran, infrastruktur ekspor sejauh ini belum menjadi target. Namun risiko terhadap jalur ekspor strategis seperti Selat Hormuz tetap menjadi perhatian utama. Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati selat sempit ini.
Goldman Sachs memperingatkan bahwa jika Iran mencoba memblokade Hormuz, harga minyak bisa menembus US$100 per barel. Namun sebagian analis menilai opsi itu masih terlalu ekstrem bagi Teheran karena dapat memancing intervensi langsung dari AS.
Baca Juga
Dengan latar belakang ini, investor energi global kini menantikan perkembangan selanjutnya, baik dari sisi militer maupun diplomatik, sembari memantau potensi gangguan pasokan yang bisa memicu lonjakan harga lebih lanjut.

