Meta Dikabarkan Bakal Gelontorkan Lebih dari US$ 10 Miliar ke Scale AI
CALIFORNIA, investortrust.id - Meta dikabarkan tengah menjajaki kesepakatan investasi senilai lebih dari US$ 10 miliar ke perusahaan teknologi asal AS, Scale AI. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi investasi eksternal terbesar Meta di bidang kecerdasan buatan (AI) hingga saat ini, serta salah satu pendanaan swasta terbesar sepanjang sejarah sektor AI.
Sebagai informasi, Scale AI dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan layanan data labeling untuk melatih model pembelajaran mesin (machine learning). Perusahaan rintisan yang dipimpin CEO Alexandr Wang ini telah menjadi mitra strategis bagi sejumlah raksasa teknologi seperti Microsoft dan OpenAI.
Meta sendiri bukan pemain baru dalam mendukung Scale AI. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini sebelumnya telah ikut dalam putaran pendanaan Seri F senilai US$ 1 miliar pada 2023, yang saat itu mengangkat valuasi Scale AI menjadi US$ 13,8 miliar.
Mengutip laporan dari Bloomberg, Kamis (12/6/2024), Scale AI tengah mempertimbangkan penawaran tender yang berpotensi mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka US$ 25 miliar.
Baca Juga
Meta Andalkan AI untuk Otomatisasi Iklan Secara Penuh tahun 2026
Kiprah Scale AI tidak hanya terbatas pada sektor komersial. Perusahaan ini juga telah menunjukkan kiprahnya di ranah pertahanan, dengan mengembangkan Defence Llama, sebuah large language model (LLM) untuk kebutuhan militer yang dibangun berdasarkan arsitektur Llama 3 milik Meta. Kolaborasi ini menunjukkan potensi keduanya dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke berbagai sektor, termasuk keamanan nasional.
Scale AI dikenal memiliki filosofi mempercepat kemajuan AI melalui data yang berkualitas tinggi dan terstruktur dengan baik. Mereka menyediakan infrastruktur yang andal dan dapat diskalakan untuk membantu organisasi dari berbagai industri agar dapat memaksimalkan potensi AI.
Jika investasi Meta ini resmi diumumkan, langkah tersebut akan menandai pergeseran signifikan dalam strategi perusahaan untuk mengukuhkan diri di tengah persaingan sengit dalam pengembangan AI generatif, terutama menghadapi kompetitor seperti Google, Microsoft, dan Amazon.
Belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak terkait negosiasi ini, namun rumor ini semakin memperkuat sinyal bahwa era AI kini benar-benar menjadi medan utama pertarungan para raksasa teknologi global.

