Meta Dikabarkan PHK 20% Karyawan di Tengah Investasi AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Meta Platforms dikabarkan tengah menyiapkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat memengaruhi hingga 20% karyawan. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi efisiensi di tengah investasi besar perusahaan pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Juru bicara Meta Andy Stone menyebut laporan tersebut masih bersifat spekulatif. Ia menegaskan perusahaan belum mengumumkan rencana resmi terkait pemangkasan tenaga kerja.
“Laporan ini (masih) bersifat spekulatif mengenai pendekatan yang masih bersifat teoritis,” ujar Stone dilansir dari Reuters, Senin (16/3/2026).
Jika terealisasi, PHK ini akan menjadi yang terbesar sejak restrukturisasi 2022-2023. Saat itu perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg telah memangkas lebih dari 20 ribu pekerja dalam dua tahap.
Baca Juga
Seusai Disidak Meutya Hafid, Meta Sowan ke Kantor Kemenkomdigi
Meta saat ini memiliki sekitar 79 ribu karyawan per akhir 2025. Restrukturisasi sebelumnya dilakukan dalam program yang disebut Zuckerberg sebagai “tahun efisiensi”.
Dalam setahun terakhir, Meta agresif memperkuat posisi di bidang generative AI. Perusahaan bahkan menawarkan paket kompensasi besar untuk merekrut peneliti AI kelas dunia.
Meta juga berencana menginvestasikan sekitar US$ 600 miliar untuk pembangunan pusat data hingga 2028. Investasi ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur AI global perusahaan.
Langkah efisiensi serupa juga terjadi di industri teknologi AS. Awal tahun ini Amazon juga memangkas sekitar 16 ribu pekerjaan, sementara Block Inc. juga mengurangi hampir setengah jumlah karyawannya.

