Meta Gagal Caplok Perplexity, Alihkan Investasi Jumbo ke Scale AI Senilai US$ 14,3 Miliar
CALIFORNA, investortrust.id - Ambisi Meta untuk memperkuat posisinya di arena kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan setelah perusahaan tersebut gagal mengakuisisi startup AI yang tengah naik daun, Perplexity. Alih-alih meneruskan negosiasi, Meta akhirnya mengucurkan investasi jumbo senilai US$ 14,3 miliar ke Scale AI.
Dikutip dari CNBC International, Senin (23/6/2025), menurut dua sumber yang mengetahui langsung prosesnya, pembicaraan antara Meta dan Perplexity tidak berujung kesepakatan. Salah satu sumber menyebut keputusan itu 'dibubarkan secara bersama,' sementara sumber lain menyatakan Perplexity yang memilih mundur dari potensi akuisisi.
Langkah Meta untuk mendekati Perplexity dipandang sebagai bagian dari strategi agresif CEO Meta, Mark Zuckerberg, dalam mempercepat pengembangan AI perusahaan dalam menghadapi OpenAI dan Google. Zuckerberg disebut semakin frustrasi karena pesaingnya unggul dalam pengembangan model AI dan aplikasi yang langsung menyentuh konsumen.
Kini, lewat investasinya di Scale AI, Meta mengantongi 49% kepemilikan saham di perusahaan yang fokus pada penyediaan data pelatihan untuk model AI. Meski tidak memiliki hak suara, Meta mendapat keuntungan strategis, termasuk bergabungnya pendiri Scale AI, Alexandr Wang dan sejumlah karyawannya ke dalam tim AI Meta.
Baca Juga
Ogah Ketergantungan Google, Samsung Gandeng Perplexity di Perangkat Baru
Sebelumnya, Meta juga sempat berupaya mengakuisisi Safe Superintelligence, startup AI lain yang baru-baru ini dihargai senilai US$ 32 miliar dalam putaran pendanaan April lalu. Meski kesepakatan akuisisi tak terwujud, dua sosok penting, Daniel Gross (CEO Safe Superintelligence) dan Nat Friedman (eks CEO GitHub) kini ikut memperkuat tim AI Meta.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman baru-baru ini mengungkap bahwa Meta telah mencoba menarik karyawan OpenAI dengan tawaran bonus hingga US$ 100 juta, disertai paket kompensasi tahunan yang lebih besar.
Dengan kegagalan akuisisi Perplexity dan manuver investasi besar-besaran ke Scale AI, Meta mengirim sinyal jelas bahwa perusahaan siap "membakar uang" demi mengejar dominasi AI. Mereka juga tampak tak segan berhadapan langsung dengan raksasa seperti OpenAI dan Google.
Di sisi lain, Perplexity justru dikabarkan sedang didekati oleh Apple. Langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat portofolio AI Apple yang masih cukup tertinggal dari para pesaingnya.

