Meta akan Gelontorkan Dana Rp 1.020 Triliun di 2025 demi Kembangkan AI
Dilaporkan Reuters, Senin (27/1/2025), Meta akan mempercepat perekrutan untuk posisi yang berfokus pada AI dan membangun pusat data dengan kapasitas lebih dari 2 gigawatt. Selain itu, Meta berencana memiliki lebih dari 1,3 juta prosesor grafis (GPU) dan menargetkan penambahan kapasitas komputasi sebesar 1 gigawatt pada 2025.
"Ini akan menjadi tahun yang menentukan bagi AI," ujar CEO Meta, Mark Zuckerberg dalam unggahan di Facebook. Dia juga menambahkan bahwa investasi besar ini akan mendorong produk dan bisnis inti Meta dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah Meta ini datang setelah meningkatnya investasi besar-besaran dari perusahaan teknologi lain dalam pengembangan AI. OpenAI, SoftBank, dan Oracle baru-baru ini mengumumkan kemitraan bernama Stargate dengan nilai investasi Rp 7.850 triliun untuk infrastruktur AI di AS. Sementara itu, Microsoft dan Amazon masing-masing berencana mengalokasikan dana sekitar Rp1.200 triliun dan Rp1.125 triliun pada 2025 untuk pengembangan pusat data.
Baca Juga
Sebelumnya, Meta telah menjadi pemain besar dalam teknologi AI berkat chatbot cerdasnya, kacamata pintar Ray-Ban, dan pendekatan open-source dengan model AI Llama. Strategi open-source memungkinkan banyak bisnis dan konsumen menggunakan model AI tersebut secara gratis, menjadikannya berbeda dari pesaing lainnya.
Zuckerberg juga memperkirakan bahwa asisten AI Meta akan melayani lebih dari 1 miliar pengguna pada 2025, naik dari 600 juta pengguna aktif bulanan pada tahun lalu.
Sekadar informasi, anggaran belanja modal Meta untuk 2025 sebesar Rp1.020 triliun jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi tahun lalu sebesar Rp 620 triliun. Angka tersebut juga melampaui perkiraan analis sebesar Rp 788 triliun.
Dengan langkah ini, Zuckerberg menunjukkan bahwa Meta tidak ingin tertinggal dalam persaingan AI yang semakin ketat. Saham Meta pun tercatat naik sebesar 1% setelah pengumuman ini.
Meta dijadwalkan akan melaporkan hasil keuangan kuartal keempat pada 29 Januari mendatang, yang kemungkinan besar akan memberi gambaran lebih jelas tentang dampak strategi ini terhadap perusahaan. (C-13)

