Saham ‘Big Tech’ di Wall Street Melonjak Setelah Pengecualian Tarif Trump, Dow Melesat 300 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada penutupan Senin waktu AS atau Selasa (15/4/2025) WIB. Perdagangan bergejolak didorong oleh reli saham teknologi, menyusul kejutan pengecualian tarif AS dari Presiden Donald Trump.
Dow Jones Industrial Average melesat 312,08 poin, atau 0,78%, dan ditutup di angka 40.524,79. Nasdaq Composite naik 0,64% ke 16.831,48, sedangkan S&P 500 menguat 0,79% dan ditutup di 5.405,97. Ketiga indeks tersebut sempat diperdagangkan di wilayah negatif selama sesi yang penuh gejolak.
Investor menyambut baik pengecualian Trump terhadap ponsel pintar dan komputer, serta perangkat dan komponen lain seperti semikonduktor, dari tarif “resiprokal” barunya, menurut panduan baru dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS yang dirilis Jumat malam.
Baca Juga
Wall Street Berbalik Menguat Setelah Pernyataan Trump, Dow Melonjak Lebih dari 600 Poin
Namun Trump dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick kemudian menyatakan pada hari Minggu bahwa pengecualian tersebut tidak permanen, memicu ketidakpastian tarif lebih lanjut. Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa produk-produk ini masih “terkena Tarif Fentanyl 20% yang ada, dan hanya dipindahkan ke ‘kategori’ Tarif yang berbeda.”
Saham Apple naik 2,2%, sedangkan Dell melonjak hampir 4%. Indeks sektor teknologi pilihan SPDR fund (XLK) bertambah hampir 1%.
“Pasar percaya bahwa pemerintah kemungkinan sedang mundur dari proposal tarif mereka yang paling ekstrem. Itu kabar baik yang bersifat tambahan,” papar Jed Ellerbroek, manajer portofolio di Argent Capital Management, seperti dikutip CNBC.
Indeks Volatilitas CBOE, atau VIX, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, anjlok lebih dari 6 poin pada sesi Senin. Imbal hasil Treasury AS juga menurun, memberikan dorongan naik bagi saham.
Perkembangan ini terjadi ketika “Magnificent Seven” dan pasar yang lebih luas berada di bawah tekanan setelah pengumuman tarif presiden awal bulan ini.
Pekan lalu menandai salah satu minggu perdagangan paling bergejolak yang pernah tercatat di Wall Street, dengan Indeks Volatilitas CBOE melonjak di atas 50. Saham-saham meroket pada hari Rabu setelah Trump mengumumkan penundaan tarif selama 90 hari untuk beberapa kebijakan tarif barunya, yang menghasilkan kenaikan harian ketiga terbesar S&P 500 sejak Perang Dunia II.
Baca Juga
Perang Dagang dan Ketidakpastian Tarif Goyang Wall Street, Dow Jones Anjlok 1.000 Poin
Meski saham menguat pekan lalu, ketiga indeks utama masih turun tajam sejak tarif “resiprokal” pertama kali diumumkan pada 2 April. S&P 500 telah turun 4,7%, sementara Nasdaq dan Dow masing-masing turun sekitar 4,4% dan 4%.
“Pertanyaan yang banyak diajukan investor adalah: apakah ini sudah selesai, apakah ini titik terendahnya? Kemungkinannya ada, tapi saya rasa belum,” kata Dave Sekera, kepala strategi pasar AS di Morningstar.

