Yield USTreasury Anjlok Terseret Fluktuasi Pasar Global
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury turun tajam pada Senin (14/4/2025), melanjutkan rangkaian pergerakan liar saat investor menghadapi gejolak pasar global.
Dikutip dari CNBC, obligasi Treasury acuan 10 tahun anjlok sekitar 11 basis poin dan diperdagangkan di angka 4,382%. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun lebih dari 10 basis poin menjadi 3,849%.
Presiden Donald Trump mengumumkan pada akhir pekan bahwa ponsel pintar, komputer, perangkat elektronik, dan komponen termasuk semikonduktor dikecualikan dari tarif resiprokal.
Baca Juga
Gedung Putih menyatakan pada Jumat malam bahwa pengecualian tersebut dilakukan karena Trump ingin memastikan perusahaan memiliki waktu untuk memindahkan produksi ke AS. Namun, Trump menyatakan pada hari Minggu bahwa pengecualian ini tidak bersifat permanen.
Baca Juga
Pengecualian Tarif Barang Elektronik Hanya Sementara, Trump: Tak Akan Ada yang Lolos dari Tarif
Langkah ini dilakukan setelah satu minggu penuh volatilitas yang tidak biasa di pasar obligasi, dengan imbal hasil 10 tahun naik lebih dari 50 basis poin, salah satu kenaikan dua hari terbesar yang pernah tercatat.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Menembus Level 4,5%, Pertanda Apa?
Imbal hasil tetap naik bahkan setelah Trump mengumumkan penangguhan tarif selama 90 hari untuk barang dari negara lain pekan lalu. Meskipun imbal hasil 10 tahun sempat turun akibat kabar tersebut, pada Jumat kembali naik di atas 4,5%.
Obligasi pemerintah AS selama ini dianggap aset aman. Tapi kini, sebagian trader berspekulasi apakah investor asing, termasuk Jepang dan Tiongkok, akan melepas kepemilikan Treasury mereka.

