Trump Bebaskan Tarif Impor Produk Smartphone, Komputer, hingga Perangkat Elektronik Lainnya, Ternyata Ini Tujuannya
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan pengecualian pengenaan tarif impor resiprokal terhadap sejumlah barang impor, seperti telepon pintar (smartphone), computer, dan perangkat elektronik lainnya. Meskipun barang tersebut diimpor dari China.
Bea Cukai AS telah menerbitkan pemberitahuan pengecualian pengenaan tarif resprokal terhadap barang-barang tersebut pada Jumat (11/4/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi waktu Indonesia. Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa barang-barang tersebut dikecualikan dari pengenaan tarif global Trump, meskipun produk diimpor dari Tiongkok.
Baca Juga
Trump Kena Batunya, Cabut Tarif Impor Barang Elektronik Termasuk Asal China
BBC News dalam laporannya menyebutkan bahwa pengecualian tersebut dipicu adanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga smartphones maupun gadget di dalam negeri. Sebab, sebagian besar gadget yang dipasarkan di AS diproduksi dari China.
Dengan demikian, kebijakan ini merupakan penangguhan pengenaan tarif paling signifikan pertama terhadap impor barang dari China oleh Presiden Trump. Kebijakan yang mulai berlaku mundur sejak 5 April ini juga membeaskan bea masuk impor barang semikonduktor, sel surya, dan kartu memori.
Kepala penelitian teknologi global Wedbush Securities Dan Ives mengatakan, kebijakan ini merupakan Impian investor teknologi. “Smartphones dan chip yang dikecualian merupakan skenario pengubah permainan tarif barang dari China,” ungkapnya.
Baca Juga
Pelonggaran kebijakan tersebut dinilai bagian dari upaya Gedung Putih untuk memastikan perusahaan AS memiliki waktu yang memadai untuk memindahkan basis produksinya ke AS. Kebijakan ini dinilai akan menguntungkan perusahaan teknologi besar AS, seperti Apple, Nvidia, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya.
"Presiden Trump telah menegaskan bahwa AS tidak bisa bergantung terhadap China untuk memproduksi teknologi penting, seperti semikonduktor, chip, ponsel pintar, dan laptop," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan.
Dalam sebuah pemberitahuan yang dibagikan oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs and Border Protection), pengecualian tersebut juga berlaku untuk tarif sebesar 145% yang dikenakan terhadap impor dari Tiongkok, dan mencakup perangkat elektronik serta komponen lainnya seperti semikonduktor, sel surya, dan kartu memori.
Sebelum pembebasan tarif barang elektronik, AS telah terlebih dahulu menangguhkan penerapan tarif resiprokal terhadap seluruh negara di dunia selama 90 hari pada Rabu waktu setempat, kecuali China. Langkah tersebut berimbas terhadap lompatan indeks bursa saham dunia, termasuk BEI.

