Perang Dagang Memanas, Ini Imbasnya pada Harga Emas
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas naik Selasa (9/4/2025) waktu setempat, tapi kenaikannya terpangkas seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Meski begitu, pelemahan dolar AS dan meningkatnya kekhawatiran akan eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok tetap memberikan dukungan terhadap harga emas.
Baca Juga
Setelah Cetak Rekor Tembus US$ 3.100, Harga Emas Tergerus di Bawah US$ 3.000
Harga emas spot tercatat naik tipis 0,1% menjadi $2.984,16 per ons, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga 1,3% di awal sesi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup naik 0,5% di level $2.990,20.
Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun, yang mencapai level tertinggi dalam satu pekan, membuat emas—yang tidak memberikan imbal hasil—menjadi kurang menarik bagi sebagian investor. Namun, faktor geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga masih menjaga sentimen positif terhadap aset safe haven ini.
Baca Juga
Yield USTreasury 10-Tahun Terus Mendaki di Tengah Ketegangan Perang Tarif
“Meski turun dalam tiga sesi berturut-turut, emas tetap dalam tren bullish dengan ketegangan dagang dan prospek pemangkasan suku bunga AS meningkatkan daya tariknya,” ujar Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM, seperti dikutip CNBC. Ia memperkirakan, jika emas mampu menembus $3.055, potensi penguatan menuju $3.100 hingga $3.130 terbuka. Sebaliknya, penurunan di bawah $3.000 bisa membawa harga turun ke $2.950 atau bahkan $2.930.
Kekhawatiran terhadap perang dagang meningkat sejak Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik pada 2 April lalu. AS dikabarkan akan memberlakukan tarif sebesar 104% terhadap impor dari Tiongkok mulai pukul 12:01 pagi ET pada Rabu, setelah Beijing tidak mencabut tarif balasannya terhadap produk AS sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Situasi ini mendorong investor untuk beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti emas. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik sekitar 15%, mencerminkan kekhawatiran global terhadap ketidakpastian politik dan ekonomi.
Baca Juga
Sementara itu, indeks dolar AS turun terhadap sejumlah mata uang utama, membuat emas lebih murah bagi investor non-dolar dan turut menopang permintaan.
Pasar kini menanti publikasi risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve yang dijadwalkan rilis Rabu ini. Hasil risalah tersebut akan menjadi acuan investor terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Saat ini, pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Mei berada di kisaran 40%.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
“Kenaikan signifikan dalam ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa harga emas akan segera naik kembali,” tulis Commerzbank dalam catatannya.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,8% menjadi $29,86 per ons, platinum naik 0,2% ke $914,83, dan palladium melemah 1,3% ke $906,75.

