Wall Street Masih Terguncang Tarif Trump, Dow Jones Anjlok Lebih dari 300 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS masih bergejolak pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (08/04/2025) WIB. Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 300 poin, mencatat penurunan tiga hari berturut-turut setelah pengumuman tarif AS. Presiden Donald Trump mengancam tarif yang lebih tinggi terhadap China.
Baca Juga
Perang Dagang Hantam Wall Street, Dow Ambles 2.200 Poin, S&P 500 Anjlok Hampir 6%
Perdagangan berlangsung penuh gejolak saat para trader mencoba berspekulasi kapan pasar akan menyentuh titik terendah akibat kekacauan tarif Trump. Indeks Dow Jones mencatat ayunan poin intraday terbesar.
Volume perdagangan juga mencapai level tertinggi dalam setidaknya 18 tahun terakhir, dengan sekitar 29 miliar saham diperdagangkan, seperti dilansir CNBC. Angka ini melampaui volume perdagangan hari Jumat yang sebesar 26,77 miliar saham, serta rata-rata volume 10 hari terakhir sebesar 16,94 miliar saham.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 349,26 poin, atau 0,91%, dan ditutup di 37.965,60. Indeks yang terdiri atas 30 saham ini sempat turun lebih dari 1.700 poin pada titik terendah sesi hari Senin. Kemudian, indeks ini berayun sejauh 2.595 poin dari titik terendah ke tertinggi, mencetak rekor pembalikan.
Indeks S&P 500 turun 0,23% dan berakhir di 5.062,25. Indeks pasar luas ini sempat turun 4,7% pada titik terendah sesi tersebut. Indeks ini sempat memasuki wilayah ‘bear market’ selama sesi berlangsung, tetapi terakhir tercatat turun hampir 18% dari titik tertingginya baru-baru ini.
Indeks Nasdaq Composite naik tipis 0,10% dan ditutup di 15.603,26. Investor mulai membeli beberapa saham teknologi mega-cap seperti Nvidia dan Palantir. Pada titik terendahnya dalam sesi ini, indeks Nasdaq turun lebih dari 5%.
Saham sempat mengalami reli singkat yang membawa Dow ke wilayah positif. Spekulasi mengenai kemungkinan jeda tarif beredar di media sosial, memicu lonjakan tersebut. Namun, Gedung Putih mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan mengenai jeda 90 hari adalah “berita palsu” dan indeks utama kembali turun.
Trump Ancam China
S&P 500 telah kehilangan lebih dari 10% selama tiga sesi terakhir, menjadi penurunan terburuk sejak merebaknya Covid pada tahun 2020. Terlepas dari aksi jual besar-besaran ini, Gedung Putih tetap bersikeras, menegaskan kembali bahwa tarif tinggi yang diumumkan pada Rabu malam akan berlaku mulai 9 April, sesuai jadwal. China membalas pada hari Jumat dan negara-negara lain tengah bersiap memberlakukan tarif balasan mereka sendiri.
Baca Juga
S&P 500 Catatkan Aksi Jual US$ 5 triliun Dalam Dua Hari Setelah Pengumuman Tarif Trump
Trump, melalui akun Truth Social, mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi pada Beijing. “Jika China tidak menarik kenaikan 34% mereka di atas praktik perdagangan jangka panjang yang sudah menyimpang paling lambat besok, 8 April 2025, maka Amerika Serikat akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 50% kepada China, efektif mulai 9 April. Selain itu, semua pembicaraan dengan China terkait permintaan pertemuan mereka dengan kami akan dihentikan,” tulisnya.
Trump juga menegaskan kembali bahwa tidak ada jeda dalam rencana tarif yang sedang dipertimbangkan.
Pemerintah AS menyatakan telah dihubungi setidaknya 50 negara untuk memulai negosiasi. Vietnam bahkan telah menawarkan untuk menurunkan tarif pada AS menjadi nol, menurut Trump, tetapi penasihat perdagangan Peter Navarro mengatakan kepada CNBC bahwa itu belum cukup. Hal ini menunjukkan bahwa negosiasi bisa berlangsung lebih lama dari yang diharapkan Wall Street.
Kekhawatiran meningkat di Wall Street, dengan hedge fund terpaksa menjual saham dan aset berisiko lainnya untuk mengumpulkan dana tunai demi memenuhi margin call. Indeks Volatilitas CBOE, ukuran ketakutan Wall Street, melonjak hingga mencapai level 60 pada hari Senin, ambang batas ekstrem yang biasanya hanya terlihat selama pasar bearish.
“Margin call sedang terjadi saat ini. Selama tiga hari berturut-turut, investor di pasar saham AS memberikan penolakan besar-besaran terhadap tarif Hari Pembebasan Gedung Putih yang telah mengguncang Wall Street,” kata Chris Rupkey, kepala ekonom FWDBONDS.
Baca Juga
Imbas Tarif Trump Harta Elon Musk Menguap Rp 511 Triliun, Bezos dan Zuckerberg?
Saham Apple ditutup turun 3,7% setelah ancaman Trump untuk menggandakan tarif terhadap China. Pembuat iPhone ini telah kehilangan hampir $640 miliar dalam kapitalisasi pasar selama tiga hari perdagangan terakhir.

