Wall Street Ambruk Dipicu Tarif Trump, Dow Jones Anjlok Lebih dari 600 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS bergejolak pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (04/03/2025) WIB. Wall Street ambruk, ketiga indeks utama mengalami penurunan tajam.
Indeks S&P 500 merosot, memperpanjang pelemahan di bulan Februari dan berbalik merah untuk tahun ini setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi tarif yang akan segera diberlakukan.
Baca Juga
Indeks S&P 500 tergerus 1,76% dan ditutup pada 5.849,72, menandai hari terburuknya sejak Desember dan membawa kinerja tahunannya ke kerugian sekitar 0,5%. Dow Jones Industrial Average jatuh 649,67 poin atau 1,48% menjadi 43.191,24. Nasdaq Composite anjlok 2,64% dan berakhir di 18.350,19, terbebani oleh penurunan saham Nvidia lebih dari 8%.
Saham-saham mengalami penurunan signifikan pada perdagangan sore setelah Trump menegaskan kembali bahwa tarif 25% atas impor dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada hari Selasa, menggagalkan harapan investor akan kesepakatan menit terakhir untuk menghindari tarif penuh terhadap dua sekutu AS tersebut. Sebelumnya di sesi perdagangan, ketiga indeks utama sempat berada di zona hijau, dengan Dow sempat naik hampir 200 poin di level tertingginya.
"Tidak ada ruang tersisa untuk Meksiko atau Kanada. Tarif timbal balik dimulai pada 2 April. Tetapi yang paling penting, tarif 25% untuk Kanada dan 25% untuk Meksiko akan mulai berlaku, besok (4 Maret)," kata Trump di samping Menteri Perdagangan Howard Lutnick dari Gedung Putih.
Baca Juga
Trump juga menandatangani keputusan untuk mengenakan tambahan tarif 10% terhadap China, menurut seorang pejabat administrasi.
Pergerakan pasar yang menghindari risiko pun terjadi, memukul berbagai sektor mulai dari teknologi hingga saham perusahaan kecil. Selain Nvidia, saham yang pernah menjadi favorit dalam bidang kecerdasan buatan seperti Broadcom dan Super Micro Computer juga merosot. Sementara itu, indeks Russell 2000, yang berfokus pada saham perusahaan kecil, turun hampir 3%.
Saham-saham yang diperkirakan akan terkena dampak langsung dari tarif atau pembalasan dari negara yang menjadi target kebijakan ini juga mengalami penurunan. Saham GM dan Ford mencapai level terendah sesi perdagangan setelah komentar Trump. Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dari iShares yang melacak pasar Meksiko dan Kanada masing-masing turun lebih dari 1%.
"Apakah pasar saham bisa bertahan dari perubahan ini masih harus dilihat," tulis Chris Rupkey, kepala ekonom di FWDBONDS, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC. Bagaimanapun, menurut dia, tarif akan menjadi guncangan bagi ekonomi.
Penjualan besar-besaran saham di awal Maret ini terjadi setelah ketiga indeks utama mencatatkan kerugian di bulan Februari, terutama karena kekhawatiran terhadap dampak tarif dan tanda-tanda awal pelemahan ekonomi. Dow dan S&P 500 masing-masing turun lebih dari 1% di Februari, sementara Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi mengalami bulan terburuk sejak April 2024 dengan penurunan sekitar 4%.
Baca Juga
Data ekonomi yang lemah dari sektor manufaktur dan konstruksi yang dirilis pada hari Senin menjadi alasan terbaru bagi kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS. Rangkaian data ekonomi pekan ini akan ditutup dengan laporan ketenagakerjaan Februari yang dijadwalkan rilis pada hari Jumat.

