Bakal Saingi Starlink dan Kuiper, Nusantara V Jadi Bukti Industri Satelit Nasional Kian Kompetitif
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Jelang peluncuran Satelit Nusantara V milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) akhir Agustus ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyatakan dukungan dan apresiasi terhadap kiprah industri satelit nasional dalam memperkuat daya saing Indonesia di pasar konektivitas Asia Tenggara.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Wayan Toni, menyebut Satelit Nusantara V sebagai bukti kebangkitan sektor komunikasi luar angkasa Indonesia.
“Industri satelit Indonesia sedang booming karena kita negara kepulauan. Salah satu yang bisa menyaingi Starlink dan Kuiper adalah kalau industri satelit dalam negeri juga kompetitif,” ujarnya saat ditemui di SMPK Penabur, Gading Serpong, Kab. Tangerang, Senin (4/8/2025).
Satelit Nusantara V dijadwalkan meluncur dari Cape Canaveral, Florida, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX pada akhir Agustus 2025. Satelit ini akan menempati orbit geostasioner 113° bujur timur dan membawa kapasitas 160 Gbps.
Wayan menyebut peluncuran ini penting untuk mendukung layanan internet dan pemancar BTS di wilayah kepulauan. “Satelit ini bukan hanya untuk internet langsung ke pelanggan, tapi juga untuk mendukung jaringan BTS di daerah 3T,” jelasnya.
Baca Juga
Kemenkomdigi Andalkan Satelit SATRIA-1 untuk Atasi 'Blank Spot' Internet di Sulbar
Sebagai Very High Throughput Satellite (VHTS), Nusantara V mengalokasikan 140 Gbps untuk Indonesia, serta sisanya untuk Malaysia dan Filipina. Satelit ini juga akan menopang layanan sektor pertahanan dan komunikasi bergerak seperti kapal dan pesawat di area terpencil.
Sekadar informasi, peluncuran Nusantara V sekaligus menjadi pengganti Satelit Nusantara-2 yang gagal mencapai orbit pada 2020. PSN menargetkan satelit akan beroperasi penuh pada awal 2026, bekerja berdampingan dengan SATRIA-1 yang sudah diluncurkan lebih dulu.
“Kami sangat mengapresiasi PSN karena ini langkah nyata industri dalam negeri memenuhi kebutuhan pelanggan lokal dengan teknologi tinggi,” tambah Wayan.
Untuk mendukung operasionalnya, PSN telah menyiapkan tujuh stasiun gateway di seluruh Indonesia: Aceh, Banjarmasin, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Kupang, dan Tarakan. Kehadiran Satelit Nusantara V dinilai strategis untuk memperluas jangkauan layanan digital sekaligus memperkuat kedaulatan data di tengah persaingan global industri satelit.

