Amazon Luncurkan Satelit Perluas Ketersediaan Internet di Dunia
JAKARTA, Investortrust.id – Perusahaan teknologi multinasional yang fokus pada bidang e-commerce, cloud computing, online advertising, hingga artificial intelligence,Amazon telah meluncurkan satelit pertamanya ke luar angkasa sebagai bagian dari misi untuk menyediakan koneksi internet cepat ke seluruh dunia.
Roket Atlas V yang membawa dua satelit uji terbang meluncur dari PangkalanAntariksa Cape Canaveral di Florida pada pukul 14.06 Waktu Timur pada hari Jumat waktu setempat atau Sabtu (7/10/2023).
Peluncuran roket ini merupakan bagian dari misi yang disebut Project Kuiper untuk menyediakan layanan broadband cepat dan terjangkau kepada komunitas di seluruh dunia yang "belum dilayani atau kurang dilayani" oleh penyedia internet tradisional.
Baca Juga
Ini Dia Usulan ATSI untuk Capai Pemerataan Internet di Indonesia
United Launch Alliance (ULA) mengonfirmasi bahwa roket tersebut berhasil meluncur. Vice president of government and commercial programmes ULA, Gary Wentzmengatakan, peluncuran awal ini adalah langkah pertama dalam mendukung pelaksanaan inisiatif Amazon untuk menyediakan layanan broadband cepat dan terjangkau kepada komunitas yang belum dilayani dan kurang dilayani di seluruh dunia.
"Kami telah bekerja keras bersama tim Project Kuiper untuk meluncurkan misi penting ini, yang akan membantu menghubungkan dunia," ujarnya dilansir Irishexaminer.com.
Jeff Bezos, pemilik Amazon mengatakan bahwa mereka ingin membantu "mengatasi kesenjangan digital" melalui inisiatif jangka panjang ini.
Proyek Amazon bersaing dengan Starlink milik miliarder Elon Musk, yang menggunakan satelitnya mengirimkan sinyal broadband ke Bumi.
Baca Juga
Starlink memiliki sekitar 5.000 satelit di luar angkasa di seluruh dunia dan teknologi ini digunakan sebagai bagian dari uji coba Pemerintah Inggris untuk menghubungkan rumah-rumah di pedesaan dan daerah terpencil dengan layanan internet yang lebih baik.
Amazon mengatakan bahwa prototipe satelitnya, KuiperSat-1 dan KuiperSat-2, adalah iterasi pertama dari lebih dari 3.200 satelit yang mereka rencanakan untuk dibuat dan diterbangkan dalam enam tahun ke depan.
"Kami telah melakukan pengujian yang ekstensif di laboratorium kami dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada desain satelit kami,” kata Rajeev Badyal, wakil presiden teknologi Project Kuiper. "Ini adalah pertama kalinya Amazon meletakkan satelit ke luar angkasa, dan kami akan belajar banyak terlepas dari bagaimana misi ini berjalan."
Seri pengujian ini akan menambah data yang dikumpulkan selama bertahun-tahun dari pengujian laboratorium dan lapangan. Pada akhir misi, yang akan melibatkan pengujian intensif satelit di luar angkasa dan jaringan di darat, mereka berencana untuk "aktif mengorbitkan" kedua satelit sebelum akhirnya terbakar di atmosfer Bumi.Ini adalah bagian dari komitmen kelompok tersebut terhadap keselamatan luar angkasa, kata Amazon.
Project Kuiper, yang dimulai pada tahun 2018, bertujuan untuk memiliki layanan broadband, dan ditargetkan berfungsi untuk pelanggan pada akhir tahun 2024.Pada bulan Juli 2026, diproyeksikan separuh dari seluruh jaringan satelitnya akan beroperasi.

