Pemerintah Cina Awasi Karyawan DeepSeek, Mengapa?
BEIJING, investortrust.id - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Cina, DeepSeek, popularitasnya terus menanjak sejak peluncuran model AI open-sorce R1 Januari lalu. Namun, di balik kesuksesannya, perusahaan DeepSeek kini harus beroperasi di bawah pengawasan ketat pemerintah Negeri Tirai Bambu.
Mengutip laporan The Information, Minggu (16/03/2025), beberapa karyawan DeepSeek dilarang bepergian ke luar negeri secara bebas. Pemerintah Cina juga terlibat dalam menyaring calon investor yang berminat menanamkan modal di perusahaan tersebut.
Baca Juga
Baidu Rilis Dua Model AI Baru, Diklaim Lebih Murah dari DeepSeek
Firma Hedge Fund
DeepSeek beroperasi di bawah induk usaha High-Flyer, sebuah firma hedge fund kuantitatif. Perusahaan ini bahkan menahan paspor sejumlah karyawan, mengikuti arahan pemerintah yang melarang para peneliti AI bepergian ke Amerika Serikat.
Tindakan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebocoran rahasia dagang. Pihak Beijing khawatir informasi penting tentang teknologi AI mereka bocor ke pihak asing.
Baca Juga
Larangan Penggunaan DeepSeek
Keamanan data kini menjadi perhatian utama dalam penggunaan aplikasi DeepSeek. Seluruh data pengguna disimpan di server yang berlokasi di Cina, yang menimbulkan kekhawatiran data tersebut bisa diakses oleh pemerintah setempat.
Beberapa perusahaan global telah melarang pegawainya menggunakan chatbot DeepSeek. Menurut Kepala Teknologi Armis Inc Nadir Izrael, sekitar 70% klien mereka meminta pemblokiran akses terhadap DeepSeek, sementara 52% klien Netskope Inc menerapkan larangan serupa.
Meski menghadapi isu keamanan, aplikasi DeepSeek tetap menjadi favorit di App Store dan Play Store. Aplikasi ini menawarkan fitur yang mirip dengan ChatGPT, seperti analisis dokumen dan pencarian informasi di internet.
Keunggulan lainnya adalah kemudahan mengunggah file serta menyinkronkan riwayat obrolan di berbagai perangkat. Hal ini membuat DeepSeek semakin diminati, meski risiko keamanan masih menjadi perhatian.
Namun, dengan meningkatnya pengawasan dari pemerintah Cina, masa depan DeepSeek masih menjadi tanda tanya. Perusahaan ini harus mampu menyeimbangkan inovasi dengan regulasi ketat yang diterapkan oleh pemerintah setempat.
Menurut para pengamat, keberlanjutan DeepSeek akan sangat bergantung pada bagaimana perusahaan ini mengelola tantangan tersebut. Jika tidak mampu beradaptasi, popularitasnya mungkin tidak akan bertahan lama. (C-13)

