Kekhawatiran Ekonomi AS Mencuat, Yield USTreasury Anjlok
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tajam pada hari Jumat (21/02/2025). Investor mencari perlindungan di tengah aksi jual besar-besaran di pasar saham, sementara kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS semakin mencuat.
Baca Juga
Investor Pertimbangkan Data Ekonomi Terbaru, Yield USTreasury Menurun
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun tergerus lebih dari 7 basis poin menjadi 4,42%, dan imbal hasil obligasi Treasury 2 tahun juga turun 7 basis poin menjadi 4,194%.
Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global untuk sektor manufaktur tercatat di 51,6 untuk bulan Februari, di bawah perkiraan konsensus dari Dow Jones sebesar 52,8. Sementara itu, sektor jasa mengalami kontraksi bulan ini.
Indeks sentimen konsumen University of Michigan juga turun lebih dari yang diharapkan pada Januari, bersamaan dengan penjualan rumah yang telah ada sebelumnya untuk bulan tersebut.
Penurunan imbal hasil pada hari Jumat terjadi bersamaan dengan aksi jual tajam di pasar ekuitas, yang semakin meningkat seiring berjalannya hari. Pada perdagangan sore, Dow Jones Industrial Average turun lebih dari 700 poin, berada di jalur untuk mencatat hari terburuknya tahun ini.
Baca Juga
Wall Street Ambyar! Dow Jones Terjun Hampir 750 Poin, Terburuk Sepanjang 2025
"Gelombang baru rilis data yang mencerminkan perlambatan ekonomi semakin membebani saham dan mendorong pergerakan bull-flattener di sepanjang kurva imbal hasil. Secara khusus, investor mulai mengamankan investasi pada obligasi Treasury jangka panjang karena kemungkinan laporan ekonomi terkuat dalam siklus ini telah berlalu, mendorong pedagang untuk mengunci suku bunga tersebut sebelum berpotensi turun lebih jauh," urai Jose Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, dalam sebuah email, seperti dikutip CNBC.

