Elon Musk Beri Pesan bagi Pegawai Federal AS: Cantumkan Prestasi atau Mundur
WASHINGTON DC, Investortrust.id - Pegawai pemerintah AS menerima email pada Sabtu (22/2/2025) sore yang meminta mereka mencantumkan pencapaian mereka dalam sepekan terakhir atau mengundurkan diri. Ini merupakan perkembangan terbaru dalam upaya pemerintahan Trump yang menargetkan tenaga kerja federal.
Email tersebut dikirim setelah miliarder sekaligus orang kepercayaan Trump, Elon Musk, menulis di Twitter bahwa para pegawai "akan segera menerima email yang meminta mereka menjelaskan apa yang telah mereka capai pekan lalu."
"Kegagalan untuk merespons akan dianggap sebagai pengunduran diri," tulis Musk.
Musk telah memimpin upaya eksternal untuk secara agresif memangkas pengeluaran pemerintah melalui pemotongan dana dan pemecatan pegawai.
Email tersebut masuk ke kotak masuk pegawai tidak lama setelah Trump berbicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC). Pesan itu memiliki subjek "Apa yang Anda lakukan minggu lalu?" dan dikirim dari pengirim yang terdaftar sebagai HR.
Baca Juga
Trump Perbolehkan Perusahaan AS Suap Pejabat Negara Asing demi Kepentingan Bisnis
Kantor Manajemen Personalia (Office of Personnel Management/OPM), yang merupakan lembaga sumber daya manusia pemerintah federal, mengonfirmasi keaslian email tersebut dalam pernyataan kepada CBS, mitra berita AS dari BBC.
"Sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Trump terhadap tenaga kerja federal yang efisien dan bertanggung jawab, OPM meminta pegawai untuk memberikan ringkasan singkat tentang apa yang mereka lakukan minggu lalu, dengan menyalinnya (CC) ke manajer mereka. Setiap lembaga akan menentukan langkah selanjutnya," demikian pernyataan OPM yang dikutip BBC.
Will do, Mr. President! pic.twitter.com/2VMS2wY7mw
— Elon Musk (@elonmusk) February 22, 2025
Dalam salinan email yang diperoleh BBC, para pegawai diminta untuk menjelaskan pencapaian mereka dalam sepekan terakhir dalam lima poin tanpa mengungkapkan informasi rahasia, dengan batas waktu hingga Senin (24/2/2025) tengah malam.
Namun, pesan tersebut tidak menyebutkan secara eksplisit apakah kegagalan untuk merespons akan dianggap sebagai pengunduran diri.
Serikat pegawai federal terbesar, American Federation of Government Employees (AFGE), mengecam pesan tersebut sebagai tindakan "kejam dan tidak menghormati" serta berjanji akan menentang setiap "pemecatan yang melanggar hukum."
"Elon Musk dan pemerintahan Trump sekali lagi menunjukkan penghinaan mereka terhadap pegawai federal serta layanan penting yang mereka berikan kepada rakyat Amerika," kata Everett Kelley, presiden AFGE, dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga
Minta Akses Pusat Data Keuangan, Lembaga Pimpinan Elon Musk Panen Kecaman dan Gugatan
Sementara itu, Direktur FBI yang baru dikonfirmasi, Kash Patel, menginstruksikan pegawainya untuk "menunda segala respons" terhadap memo dari OPM.
"Personel FBI mungkin telah menerima email dari OPM yang meminta informasi," tulis Patel dalam pesan yang diperoleh CBS News. "FBI, melalui Kantor Direktur, bertanggung jawab atas semua proses peninjauan internal kami dan akan menjalankan proses tersebut sesuai dengan prosedur FBI."
Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyampaikan kepada para pendukungnya di CPAC bahwa pekerjaan pegawai federal selama ini tidak memadai karena beberapa dari mereka bekerja secara remote setidaknya dalam beberapa waktu.
"Kami akan menyingkirkan semua birokrat yang tidak perlu, tidak kompeten, dan korup dari tenaga kerja federal," kata Trump kepada para hadirin dalam konferensi tahunan di pinggiran Washington pada Sabtu (22/2/2025) sore.
"Kami ingin membuat pemerintahan lebih kecil dan lebih efisien," tambahnya. "Kami ingin mempertahankan orang-orang terbaik, dan kami tidak akan mempertahankan yang terburuk."
Tim Elon Musk telah melakukan berbagai perubahan besar terhadap infrastruktur federal AS dengan persetujuan Gedung Putih melalui departemen baru yang disebut Department of Government Efficiency (DOGE) atau Departemen Efisiensi Pemerintahan.
Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan pegawai pemerintah dari Internal Revenue Service (IRS), Pentagon, dan Federal Aviation Administration (FAA), serta berbagai lembaga lainnya, telah dipecat.
Email ini mencerminkan pendekatan Musk dalam menangani pegawai setelah ia mengakuisisi platform media sosial Twitter pada tahun 2022. Di bawah kepemilikannya, jumlah staf di perusahaan tersebut menyusut secara drastis, dan ia mengeluarkan ultimatum terkenal yang meminta karyawan untuk berkomitmen menjadi "sangat hardcore" dalam bekerja atau mengundurkan diri.
Trump secara terbuka mendukung langkah-langkah Musk dalam memangkas birokrasi pemerintah.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa Musk telah melakukan "pekerjaan luar biasa" dalam mengurangi ukuran pemerintahan federal dan bahwa ia ingin melihat Musk "bertindak lebih agresif" dalam upaya tersebut.

